SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

India Akan Gunakan Buaya dan Ular Berbisa untuk Amankan Perbatasan dengan Bangladesh

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 12 April 2026 - 09:28 WIB

Ahad, 12 April 2026 - 09:28 WIB

30 Views

Peta India dan Bangladesh (foto: Wiki)

New Delhi, MINA – Pemerintah India tengah mempertimbangkan langkah tidak biasa dalam pengamanan perbatasan, yakni dengan memanfaatkan buaya dan ular berbisa sebagai “penghalang alami” di wilayah perbatasan yang sulit dijangkau.

Usulan tersebut sedang dikaji oleh Border Security Force (BSF) India untuk diterapkan di sejumlah titik perbatasan dengan Bangladesh, terutama di kawasan sungai dan wilayah rawa yang tidak memungkinkan pembangunan pagar konvensional. India Today melaporkan, Ahad (12/4).

Menurut laporan, sekitar 20 persen wilayah perbatasan India–Bangladesh masih belum dipagari akibat kondisi geografis yang sulit, termasuk sungai yang berubah-ubah, banjir musiman, dan daerah rawa luas yang tidak stabil untuk konstruksi.

Pejabat BSF menyebut gagasan tersebut masih berada pada tahap kajian awal dan merupakan bagian dari upaya mencari solusi alternatif untuk memperketat pengawasan di jalur-jalur rawan penyelundupan dan masuknya imigran ilegal.

Baca Juga: Jenderal AL Iran Tegaskan Siap Hadapi AS di Selat Hormuz

Rencana itu juga dikaitkan dengan konsep “biological barrier” atau penghalang biologis, yang dinilai dapat menjadi pelengkap sistem keamanan lain seperti patroli bersenjata, drone, dan kamera pengawas di wilayah perbatasan.

Namun demikian, wacana tersebut menuai perhatian dan kritik dari berbagai pihak, termasuk kalangan pemerhati lingkungan yang menilai penggunaan hewan predator berpotensi mengganggu ekosistem serta membahayakan masyarakat yang tinggal di sekitar perbatasan.

Hingga kini, pemerintah India menegaskan bahwa usulan tersebut masih belum menjadi kebijakan resmi, sembari mempertimbangkan aspek keamanan, etika, dan dampak ekologis sebelum diambil keputusan lebih lanjut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mantan Kepala CIA: Trump Harus Dicopot dari Jabatannya

Rekomendasi untuk Anda