Bogor, MINI – Tim Paralayang Indonesia menyumbang satu medali emas dan satu medali perak di Asian Games 2018, dalam perlombaan yang berlangsung di Gunung Mas, Puncak, Kabupaten Bogor, pada Rabu (22/8).
Tim paralayang putra Indonesia berasil meraih medali emas pada nomer ketepatan mendarat (KTM) dan perak diraih oleh beregu putri.
Wakil Ketua Umum KONI Mayor Jenderal TNI Purn Suwarno mengatakan raihan ini sebagai sejarah pertama paralayang meraih emas di Asian Games.
“Karena ini pertama kalinya paralayang dipertandingkan di Asian Games,” kata Suwarno.
Baca Juga: Cinta dan Perjuangan Pembebasan Masjid Al-Aqsa Harus Didasari Keilmuan
Di hari pertama pada Senin (20/8) sebanyak 94 atlet dari 17 negara mengikuti cabang olahraga paralayang ini.
Indonesia menurunkan lima atlet pada tim paralayang putra pada nomor KTM beregu yakni Aris Apriansyah, Joni Efendi, Jafro Megawangi, Hening Paradigma, Roni Pratama.
Sedangkan beregu putri ada tiga atlet putri yakni Lis Adriana, Ike Ayu Wulandari, dan Rika Wijayanti.
Perolehan emas diketahui setelah tim menyelesaikan babak keenam yang merupakan babak terakhir dari nomor KTM beregu.
Baca Juga: Lewat Wakaf & Zakat Run 2024, Masyarakat Diajak Berolahraga Sambil Beramal
Dengan perolehan tersebut, kini Indonesia mempunyai 6 medali emas, 3 perak dan 5 perunggu, per Rabu 22 Agustus 2018, pukul 16.30 WIB. (L/R10/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Prof Abd Fattah: Pembebasan Al-Aqsa Perlu Langkah Jelas