London, MINA – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan pada Ahad (1/3) bahwa Inggris akan mengizinkan AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk “tujuan pertahanan spesifik dan terbatas” menyusul meningkatnya serangan rudal Iran di seluruh wilayah Teluk.
Amerika Serikat telah meminta izin untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris untuk tujuan pertahanan khusus dan terbatas tersebut. Anadolu melaporkan.
“Kami telah mengambil keputusan menerima permintaan ini, untuk mencegah Iran menembakkan rudal di seluruh wilayah, membunuh warga sipil yang tidak bersalah, membahayakan nyawa warga Inggris, dan mengenai negara-negara yang tidak terlibat,” kata Starmer dalam sebuah pernyataan.
Dasar keputusan Inggris adalah pertahanan diri kolektif dari teman dan sekutu lama serta melindungi nyawa warga Inggris, tambahnya.
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
Sejak Sabtu pagi, Israel dan AS telah melakukan serangan terhadap Iran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan banyak pejabat keamanan tinggi.
Sebagai tanggapan, Iran telah melancarkan serangan drone dan rudal terhadap aset Israel dan AS di wilayah tersebut, yang mendorong banyak negara Teluk untuk menutup wilayah udara mereka.
Otoritas Iran berjanji akan membalas dendam setelah konfirmasi kematian Khamenei, menyatakan masa berkabung 40 hari, dan menunjuk dewan sementara hingga pengganti dipilih.
Starmer mengatakan Inggris tidak bergabung dalam serangan tersebut, tetapi akan melanjutkan tindakan defensif di wilayah tersebut.
Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak
“Kami tidak terlibat dalam serangan tersebut, dan kami tidak akan bergabung dalam aksi ofensif sekarang,” tegasnya.
“Tetapi Iran sedang menerapkan strategi bumi hangus, jadi kami mendukung pertahanan diri kolektif sekutu dan rakyat kami di wilayah tersebut, karena itu adalah kewajiban kami kepada rakyat Inggris,” tambahnya.
Starmer mengklaim bahwa itu adalah cara terbaik untuk menghilangkan ancaman mendesak dan mencegah situasi semakin memburuk.
Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic