IPB University Masuk 77 Kampus Terbaik Dunia 

Bogor, MINA – IPB University masuk dalam jajaran Top 77 Dunia Times Higher Education (THE) University Impact Rankings 2020, dimana prestasi tersebut merupakan lompatan signifikan dibanding capaian tahun sebelumnya tahun 2019, yaitu berada pada Peringkat (201-300).

Dalam situasi pandemik COVID-19, THE Impact Rankings diumumkan pada 22 April 2020 dari London melalui pertemuan virtual berjudul “THE Innovation & Impact Summit” yang juga dihadiri oleh perwakilan IPB University secara daring.

Partisipasi THE Impact ini diikuti oleh 766 perguruan terbaik dunia yang menyampaikan kinerja tridharma terkait 17 tujuan SDGs. Sistem pemeringkatan ini mengacu pada publikasi, konsistensi dan bukti yang memperlihatkan kinerja Perguruan Tinggi dalam berkontibusi untuk pencapaian SDGs.

Pada pemeringkatan ini, secara keseluruhan (overall) IPB University berada pada peringkat 77 dunia. Bahkan untuk lima tujuan SDGs, kinerja IPB sangat baik sehingga masuk TOP 50 dunia, yaitu:

Pertama, Peringkat 11 dunia untuk SDG#2: Zero Hunger, yaitu untuk mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan,

Kedua, Peringkat 19 SDG#5: Gender Equality, untuk mencapai kesetaraan gender dan memberdayakan semua perempuan dan anak perempuan,

Ketiga, Peringkat 33 untuk SDG#15: Life on Land, yaitu untuk melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi (penggurunan) dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati,

Keempat, Peringkat 34 untuk SDG#14: Life below Water, yaitu untuk mengkonservasi dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudra dan maritim untuk pembangunan yang berkelanjutan dan,

Kelima, Peringkat 35 untuk SDG#1: No Poverty, yaitu untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun.

Selain itu IPB University juga menempati posisi Top 100 dunia pada 5 SDGs lain, yaitu : i) Peringkat 54 (SDG#13: Climate Action), ii) Peringkat 73 (SDG#17: Partnership for The Goals), iii) Peringkat 75 (SDG#4: Quality Education), iv) Peringkat 80 (SDG#7: Affordable & Clean Energy), dan v) Peringkat 90 (SDG# 6: Clean Water and Sanitation.

Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria, bersyukur atas torehan prestasi ini yang menggambarkan bahwa Perguruan Tinggi di Negara Berkembang juga mampu menunjukkan kinerjanya melalui metodologi pemeringkatan yang dilakukan oleh lembaga independen dunia yang kredibel tersebut.

Menurutnya, sistem pemeringkatan ini mengakomodir semua aspek kinerja tridarma perguruan tinggi, di mana IPB University menunjukkan kinerja yang sangat baik dan konsisten, baik di tataran nasional maupun internasional.

IPB University telah memperoleh penghargaan nasional di bidang inovasi, dan hasil ini juga menegaskan lagi peringkat IPB sebagai Top 60 pada QS World University Ranking by Subject on Agriculture and Forestry 2020 yang belum lama ini dirilis.

Peringkat 11 dunia untuk SDG#2 (mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan) dicapai karena IPB secara konsisten melakukan berbagai inovasi teknologi maupun inovasi sosial untuk menjamin diimplementasikannya pertanian berkelanjutan.

Inovasi pangan IPB University antara lain berupa benih IPB3S, pepaya Calina, kentang Jalaipam, ayam lokal unggul IPB D1, Sekolah Peternakan Rakyat dan sebagainya. Sejumlah produknya dapat diperoleh di gerai Serambi Botani yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

IPB University merupakan salah satu universitas yang memperhatikan aspek gender, antara lain terbukti dari jumlah mahasiswi yang terdaftar lebih banyak dibandingkan mahasiswa, dan banyak prestasi yang ditorehkan para mahasiswi melalui berbagai ajang kompetisi nasional dan internasional. IPB University memiliki Pusat Kajian Gender dan Anak yang mengkoordinasikan berbagai tridarma pendidikan tinggi di bidang ini.

Selain itu Peringkat 33 untuk SDG#15 (melindungi, memulihkan dan mendukung penggunaan yang berkelanjutan terhadap ekosistem daratan, mengelola hutan secara berkelanjutan, memerangi desertifikasi dan menghambat dan membalikkan degradasi tanah dan menghambat hilangnya keanekaragaman hayati) karena IPB University berperan aktif dalam upaya menciptakan berbagai teknologi tepat guna serta rekayasa sosial, sebagai contoh adalah pengelolaan Hutan Pendidikan Gunung Walat, yang dijadikan model hutan berkelanjutan skala kecil berlokasi di Sukabumi.

Selain itu, IPB University aktif melakukan kerjasama riset global bidang biodiversitas tropika yang berinteraksi dengan lingkungan serta aspek sosial ekonomi di berbagai lokasi di Indonesia.

IPB University juga berperan aktif mendukung tujuan SDG#14 yaitu untuk mengkonservasi dan memanfaatkan secara berkelanjutan sumber daya laut, samudra dan maritim untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Pada tujuan ini IPB University menempati peringkat 34, karena kinerja yang sangat baik di bidang kelautan dan perikanan, dimana IPB University bersama Bappenas aktif mengkonsolidasikan program dan kegiatan terkait Life below Water pada level nasional maupun internasional.

Sangat penting adalah kinerja IPB University terkait tujuan SDG#1, yaitu untuk mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun (peringkat 35), dimana ragam kegiatan dilakukan salah satunya adalah memapankan agenda khusus penanggulangan kemiskinan yang hasilnya sudah mulai dirasakan di masyarakat, sesuai moto IPB University “inspiring innovation with integrity”.

Prof Arif menyampaikan, “Masuknya IPB University di jajaran Top 77 universitas dunia THE Impact Rangkings semakin mendorong “research for impacts”, yaitu penelitian yang menghasilkan IPTEKS dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dalam rangka memperkuat kontribusi IPB Unuversity dalam pencapaian SDGs, telah dikembangkan Pusat Kajian Sains Keberlanjutan dan Transdisiplin, dan SGD Network di IPB University sejak tahun 2018 yang lalu.”(R/R1/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)