Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - 2 menit yang lalu

2 menit yang lalu

0 Views

Tentara AS. (Quds Press)

Jeheran, MINA – Pemerintah Iran menegaskan siap menghadapi kemungkinan invasi darat Amerika Serikat di tengah meningkatnya konflik militer di Timur Tengah.

Pejabat tinggi Iran menyatakan bahwa pasukan negaranya justru menunggu kedatangan militer AS dan memperingatkan bahwa operasi darat Washington akan berakhir dengan kegagalan yang memalukan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Teheran, menegaskan bahwa Tehran tidak gentar menghadapi ancaman invasi darat. Press TV melaporkan, Jumat (5/3).

Ia mengatakan Iran telah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan tersebut dan yakin pasukan negaranya mampu memberikan perlawanan keras kepada militer Amerika.

Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak

Araghchi bahkan menegaskan bahwa Iran tidak meminta gencatan senjata seperti yang diklaim sejumlah pejabat Amerika. Menurutnya, jika Washington benar-benar mengirim pasukan darat ke wilayah Iran, langkah tersebut justru akan menjadi bencana besar bagi militer AS.

Sejumlah pejabat Iran lainnya juga melontarkan pernyataan serupa. Mereka menilai rencana invasi darat oleh Amerika hanya akan memperluas konflik dan memperlihatkan kerentanan militer AS ketika menghadapi perang asimetris di wilayah Iran yang memiliki medan sulit serta dukungan jaringan milisi regional.

Ketegangan antara kedua negara meningkat tajam setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan udara terhadap sejumlah target strategis di Iran. Tehran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke berbagai sasaran yang berkaitan dengan kepentingan militer AS dan sekutunya di kawasan.

Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel memanas sejak akhir Februari 2026 setelah operasi militer gabungan menargetkan fasilitas strategis Iran serta menewaskan sejumlah pejabat tinggi negara tersebut.

Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya

Eskalasi tersebut memicu serangan balasan Iran dan memperluas ketegangan di Timur Tengah, termasuk ancaman gangguan jalur energi global serta meningkatnya risiko perang regional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kapalnya Ditenggelamkan di Perairan Internasional, Iran: AS akan Bayar Mahal

Rekomendasi untuk Anda