Berlin, MINA – Pemerintah Jerman secara tegas menyatakan tidak akan berpartisipasi dalam serangan militer terhadap Iran, menyusul meningkatnya konflik bersenjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Republik Islam Iran.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul pada konferensi pers di ibu kota Berlin, Senin (2/3). MEMO melaporkan.
Wadephul menyebut keputusan tersebut didasari oleh pertimbangan bahwa Jerman tidak memiliki basis militer atau sumber daya yang relevan di kawasan konflik, sehingga tidak terlibat dalam operasi ofensif yang sedang berlangsung.
Pemerintah Berlin menegaskan perannya lebih condong pada pendekatan defensif dan diplomatik ketimbang aksi militer langsung.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Pernyataan Jerman ini muncul di tengah eskalasi konflik setelah serangan udara gabungan yang dilancarkan oleh AS dan Israel ke wilayah Iran, yang memicu respons balasan oleh Teheran ke sejumlah pangkalan militer AS dan sekutu di kawasan Teluk.
Berlin menyatakan pendekatan militer bukanlah solusi utama dan lebih memilih jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan.
Meski menolak keterlibatan langsung dalam serangan, Jerman tidak sekadar bersikap pasif. Berlin bersama Perancis dan Inggris menegaskan akan berada dalam kerangka koordinasi internasional terkait langkah-langkah pertahanan yang diperlukan, termasuk kemungkinan dukungan terhadap sekutu jika keamanan mereka terancam.
Kanselir Jerman Friedrich Merz sebelumnya juga menggarisbawahi kecemasan terhadap eskalasi konflik yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas regional dan global.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Ia menyatakan bahwa Jerman serta sekutu Eropa terus memantau situasi secara intens dan siap melakukan langkah strategis bersama, termasuk koordinasi intelijen dan diplomasi multinasional.
Ketegangan militer di Timur Tengah meningkat tajam setelah serangan AS dan Israel yang menarget fasilitas militer strategis Iran, termasuk yang menewaskan tokoh tinggi negara tersebut. Serangan ini kemudian dibalas oleh Iran melalui serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS dan sekutunya di kawasan.
Reaksi komunitas internasional beragam: beberapa negara mendukung tindakan defensif untuk melindungi sekutu, sementara yang lain menyerukan de-eskalasi dan pembicaraan diplomatik untuk menghindari perang yang lebih luas. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic