Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Tegaskan Tidak Terlibat Serangan terhadap Kilang Minyak Aramco

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 4 Maret 2026 - 16:48 WIB

Rabu, 4 Maret 2026 - 16:48 WIB

15 Views

Kilang minyak raksasa Saudi Aramco. (Foto: Saudi Aramco)

Teheran, MINA  Pemerintah Republik Islam Iran secara tegas membantah keterlibatan mereka dalam serangan yang menyasar fasilitas minyak milik perusahaan raksasa Arab Saudi, Aramco.

Pernyataan resmi ini dikeluarkan sebagai respons atas tudingan sejumlah pihak yang mencoba menyudutkan Teheran di tengah memanasnya situasi keamanan di kawasan Teluk. Press TV melaporkan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada negaranya tidak berdasar dan hanya merupakan upaya provokasi untuk menciptakan instabilitas lebih lanjut.

Pihak Teheran menegaskan bahwa kebijakan luar negeri mereka senantiasa menghormati kedaulatan negara tetangga dan fokus pada upaya menciptakan perdamaian regional tanpa campur tangan kekuatan asing.

Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS

Meski demikian, serangan yang menggunakan pesawat tak berawak (drone) tersebut telah menyebabkan gangguan signifikan pada produksi minyak mentah Arab Saudi, yang berdampak pada fluktuasi harga energi global.

Kelompok pejuang Yaman, Ansarullah (Houthi), sebelumnya telah mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut sebagai balasan atas agresi militer yang terus berlangsung di wilayah mereka.

Menambah bobot diplomasi, Iran menyerukan agar negara-negara di kawasan mengedepankan dialog ketimbang melontarkan tuduhan yang justru memperkeruh suasana.

Teheran berpendapat bahwa narasi menyalahkan pihak luar adalah strategi usang yang kerap digunakan oleh aktor global tertentu untuk membenarkan peningkatan kehadiran militer asing di perairan strategis Timur Tengah.

Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak

Dalam konteks yang lebih luas, insiden ini menambah deretan panjang ketegangan di jalur pelayaran energi dunia, termasuk Selat Hormuz.

Para analis menyebut bahwa selama akar permasalahan di Yaman tidak diselesaikan secara adil melalui meja perundingan, fasilitas infrastruktur di semenanjung Arab akan terus berada dalam risiko tinggi akibat eskalasi konflik yang bersifat asimetris.

Sebagai latar belakang, hubungan antara Teheran dan Riyadh telah mengalami pasang surut selama dekade terakhir akibat perbedaan visi politik dan persaingan pengaruh di kawasan.

Konflik berkepanjangan di Yaman menjadi salah satu titik api utama yang melibatkan kedua negara secara tidak langsung. Meskipun belakangan sempat muncul upaya normalisasi hubungan melalui mediasi internasional, insiden serangan terhadap infrastruktur vital seperti Aramco tetap menjadi isu sensitif yang mampu menguji ketahanan diplomasi di dunia Islam. []

Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda