
Ismail Haniyah. (Foto: dok. MEMO)" width="618" height="412" /> Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah. (Foto: dok. MEMO)
Gaza, 8 Rabi’ul Awwal 1437/19 Desember 2015 (MINA) – Wakil Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyah, mengatakan Masjid Al-Aqsha tidak akan dibagi dengan leluasa seperti Masjid Ibrahimi di Hebron.
Selama pidatonya dalam Konferensi Ilmiah Yerusalem ke-9 di Gaza, Jumat (18/12), Haniyah mengatakan, hidup kami dikorbankan demi Masjid Al-Aqsha dan pendudukan Israel tidak memiliki kewenangan atasnya.
Dia menegaskan, Al-Aqsha tidak akan dibagi baik untuk sementara maupun seterusnya. Middle East Monitor (MEMO) memberitakannya yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).
“Pemberontakan merupakan tahap akhir dan awal babak baru yang mungkin mengakhiri liberalisasi terhadap Al-Aqsha di wilayah Palestina,” katanya.
Baca Juga: Presiden Palestina Ucapkan Selamat Idul Fitri kepada Warganya Serta Negara-Negara Arab dan Islam
“Semangat atau mati syahid sekarang berlaku di kalangan kaum pemuda Palestina,” tambahnya.
Haniyah mencatat, pemberontakan yang pecah saat ini untuk mencapai tujuan kebebasan nasional, kebebasan memenuhi haknya kembali. Ia mengatakan, Intifadha telah memberi kendala tekanan politik terhadap otoritas Israel.
Haniyah menyatakan, perjuangan Intifada di kota Al-Quds perlu diperkuat melalui kerjasama pada empat trek secara bersamaan, yaitu memperdalam pemberontakan, melakukan negosiasi perlindungan, memperluasnya dan memobilisasi banyak orang untuk berpartisipasi di dalamnya.
Haniyah mengatakan, untuk trek kedua, dapat diwujudkan dengan memperkuat persatuan nasional. (T/P002/P001)
Baca Juga: Mufti Besar Palestina: Idul Fitri Ahad 30 Maret
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)