Jakarta, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah peristiwa bencana hidrometeorologi terjadi di berbagai daerah pada periode 23–24 November 2025 akibat hujan berintensitas tinggi.
BNPB melaporkan, banjir paling signifikan terjadi di Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan meluapnya sejumlah aliran sungai hingga merendam 21 nagari di delapan kecamatan.
BNPB menyebutkan, sedikitnya 3.076 rumah terendam, dua rumah rusak, dan ratusan hektare lahan pertanian terdampak. Selain itu, sejumlah infrastruktur turut mengalami kerusakan, termasuk jembatan, bendungan, saluran irigasi, dan akses jalan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, ribuan warga terdampak akibat peristiwa ini.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
“BPBD setempat mencatat sebanyak 3.076 kepala keluarga atau lebih dari 9.000 jiwa terdampak, dan 258 warga terpaksa mengungsi,” ujar Abdul Muhari.
Ia menjelaskan, kondisi banjir masih fluktuatif karena hujan masih mengguyur wilayah tersebut.
“Air sempat surut, namun kembali naik dengan ketinggian antara 30 hingga 150 sentimeter,” tambahnya.
Sementara itu, di Kabupaten Agam, BNPB melaporkan luapan sungai akibat hujan deras dan pendangkalan sungai merendam permukiman warga di tiga kecamatan. BNPB menyampaikan bahwa sebanyak 40 kepala keluarga terdampak dan sejumlah warga sempat terjebak banjir, namun berhasil dievakuasi.
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
BPBD Kabupaten Agam saat ini masih melakukan asesmen lapangan dan koordinasi dengan aparat setempat untuk penanganan lanjutan.
Di Kabupaten Subang, Jawa Barat, hujan deras disertai angin kencang merusak puluhan rumah warga di Kecamatan Blanakan.
“Sebanyak 22 keluarga terdampak, dengan lima rumah mengalami rusak sedang dan 17 rumah rusak ringan,” kata Abdul Muhari.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka
“Masyarakat diimbau memangkas pohon rawan tumbang, memeriksa kekuatan bangunan, menyiapkan tas siaga bencana, serta memantau informasi cuaca dari sumber terpercaya,” tegasnya.
Abdul Muhari menambahkan, warga diminta segera bersiap evakuasi apabila hujan deras berlangsung lebih dari satu jam. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ketua PP Wanita Islam: Dari Monas Kita Ketuk Pintu Langit untuk Kemerdekaan Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic