Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Buat Bantuan Kemanusiaan Semakin Sulit Masuk Gaza

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 11 September 2026 - 22:18 WIB

Jumat, 11 September 2026 - 22:18 WIB

40 Views

Ilustrasi truk menunggu di dekat gerbang perbatasan Rafah. (Photo: Anadolu Agency)

Gaza, MINA – Sebuah laporan yang diterbitkan Pusat Studi Politik Palestina mengungkap sistem dalam penyaluran bantuan kemanusiaan sejak genosida di Jalur Gaza yang menjadikan bantuan sebagai alat baru untuk melakukan blokade.

Seperti dikutip dari Pusat Informasi Palestina, Jumat (11/9), krisis ini bukan lagi sekadar soal kekurangan pasokan. Prosedur masuk dan distribusi bantuan kini semakin rumit, sementara peran organisasi kemanusiaan, terutama Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) semakin dikurangi.

Di tengah semua itu, warga sipil tetap menjadi pihak yang paling menderita, menghadapi kelaparan, pengungsian, dan kehancuran yang meluas.

Sejak perang dimulai, penyeberangan Gaza menjadi pusat krisis kemanusiaan. Masuknya makanan, obat-obatan, bahan bakar, dan pasokan penting lainnya sepenuhnya bergantung pada persetujuan Israel. Akibatnya, aliran bantuan melambat dan pengirimannya ke daerah-daerah yang paling membutuhkan jadi kacau.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Masalahnya tidak berhenti di penyeberangan. Konvoi kemanusiaan juga menghadapi hambatan serius saat bergerak di dalam Gaza, karena operasi militer Israel, pembatasan pergerakan, serta jalan dan infrastruktur yang hancur.

Seiring kebutuhan yang semakin meningkat akibat kehancuran massal dan pengungsian, organisasi bantuan tidak mampu memberi bantuan maksimal. Ribuan keluarga pun terpaksa bergantung pada bantuan yang sangat terbatas, jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Laporan itu menyoroti tantangan besar yang dihadapi UNRWA, yang selama puluhan tahun menjadi salah satu pilar utama operasi kemanusiaan di Gaza.

Pembatasan yang terus meningkat terhadap badan tersebut membuat lembaga itu semakin melemah dalam operasionalnya. []

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Palestina
Palestina
Dunia Islam