Washington, MINA – Israel dan Lebanon menyepakati langkah implementasi gencatan senjata setelah serangkaian perundingan yang dimediasi Amerika Serikat di Washington.
Kesepakatan tersebut mencakup pembentukan zona keamanan di wilayah Lebanon selatan yang akan berada di bawah kendali penuh Angkatan Bersenjata Lebanon sebagai upaya meredakan konflik yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Dalam pernyataan bersama yang diumumkan Departemen Luar Negeri AS, sebagaimana dikutip dari Al-Jazeera, Kamis (4/6) Israel memberi syarat implementasi gencatan senjata bergantung pada penghentian seluruh serangan Hezbollah serta penarikan personelnya dari wilayah selatan Sungai Litani.
Poin itu yang menjadi krusial karena akan menjadi dalih alibi bagi Israel untuk terus menyerang Lebanon.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Sebagai bagian dari kesepakatan, kawasan tertentu akan dijadikan zona percontohan di mana hanya tentara Lebanon yang memiliki otoritas keamanan, tanpa kehadiran kelompok bersenjata non-negara.
Kesepakatan terbaru ini muncul setelah gencatan senjata yang diumumkan pada bulan lalu gagal menghentikan kekerasan di lapangan. Bentrokan dan serangan udara masih terjadi di sejumlah wilayah Lebanon selatan, sementara Israel terus melancarkan operasi militer dengan alasan menghadapi ancaman dari Hezbollah.
Pemerintah Amerika Serikat menyatakan kedua pihak juga sepakat melanjutkan pembicaraan pada pekan 22 Juni mendatang guna membahas aspek politik dan keamanan yang lebih luas.
Perundingan lanjutan tersebut diharapkan dapat membuka jalan menuju kesepakatan komprehensif yang lebih permanen antara kedua negara yang selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik resmi.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Sejumlah laporan juga menyebut kelompok itu menolak pengaturan yang dianggap memberi ruang bagi keberlanjutan kehadiran militer Israel di wilayah Lebanon, sehingga memunculkan keraguan mengenai efektivitas gencatan senjata dalam jangka panjang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic