Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Kembali Gencarkan Penggerebekan di Tepi Barat

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 8 Juli 2026 - 21:02 WIB

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:02 WIB

23 Views ㅤ

Tentara Israel. (Foto: @IDFSpokesperson/X)

Al-Quds, MINA – Militer Israel kembali memperluas operasi penggerebekan di sejumlah wilayah Tepi Barat yang diduduki, disertai penangkapan warga Palestina dan pengetatan pemeriksaan di berbagai pos militer.

Operasi yang berlangsung sejak Selasa (7/7) malam, memicu bentrokan di sejumlah lokasi dan semakin memperburuk situasi keamanan di wilayah pendudukan. Wafa melaporkan, Rabu (8/7).

Salah satu bentrokan terjadi di sekitar Kamp Pengungsi Qalandia, sebelah utara Yerusalem Timur, ketika pasukan Israel memasuki kawasan tersebut.

Warga setempat melaporkan pos pemeriksaan Qalandia dan Jaba mengalami antrean panjang akibat pemeriksaan yang diperketat, sementara tentara Israel menembakkan gas air mata ke arah kendaraan yang melintas sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.

Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu

Operasi serupa juga dilancarkan di Kota Hizma, Silwad, Desa Ein Yabrud, kawasan Al-Tira di Ramallah, Qarawat Bani Zeid, Beit Rima, Deir Ghassaneh, hingga Wadi Burqin di Provinsi Jenin.

Sejumlah rumah warga digeledah dan sedikitnya dua warga Palestina dilaporkan ditangkap. Di wilayah Qusra, tenggara Nablus, serta timur Kota Tulkarm, pasukan Israel turut menembakkan granat kejut selama operasi berlangsung.

Gelombang penggerebekan tersebut terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Israel dan aksi kekerasan para pemukim ilegal di Tepi Barat.

Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina mencatat sebanyak 11.074 pelanggaran yang dilakukan Israel di wilayah pendudukan sepanjang semester pertama 2026. Hebron menjadi wilayah dengan jumlah insiden tertinggi, disusul Ramallah dan Al-Bireh, Nablus, serta Bethlehem.

Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri 

Data resmi Palestina juga menunjukkan bahwa sejak Oktober 2023, sedikitnya 1.175 warga Palestina terbunuh, 12.919 lainnya mengalami luka-luka, dan sekitar 24.000 orang ditangkap dalam operasi militer Israel di Tepi Barat.

Di sisi lain, berbagai organisasi hak asasi manusia terus menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya penggunaan kekuatan militer, penahanan massal, serta ekspansi permukiman ilegal yang dinilai memperburuk prospek penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Eskalasi terbaru ini berlangsung ketika perhatian dunia masih tertuju pada krisis kemanusiaan di Jalur Gaza. Intensitas operasi militer Israel di Tepi Barat menunjukkan bahwa ketegangan tidak hanya terpusat di Gaza, tetapi juga meluas ke wilayah pendudukan lainnya.

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin memperburuk stabilitas keamanan di Palestina serta menghambat berbagai upaya diplomasi menuju penyelesaian damai yang berkeadilan. []

Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda