Tel Aviv, MINA – Pemerintah Israel menyatakan bahwa operasi militer yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilakukan sesuai dengan hukum internasional. Tel Aviv beralasan bahwa Khamenei merupakan pemimpin militer Iran sehingga dianggap sebagai target yang sah dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung.
Juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani menyebut bahwa dalam hukum konflik bersenjata internasional, seorang komandan militer yang mengarahkan operasi perang dapat menjadi sasaran serangan. Yadioth Ahronoth melaporkan, Jumat (5/3).
Menurutnya, sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Khamenei juga menjabat sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata Iran dan berperan dalam pengambilan keputusan militer terhadap Israel.
Israel juga menyatakan bahwa operasi tersebut bertujuan memberikan keuntungan militer strategis dengan melemahkan kemampuan Iran dalam merencanakan dan mengoordinasikan serangan terhadap Israel dan sekutunya.
Baca Juga: Smotrich Ancam akan Hancurkan Beirut Seperti Khan Younis di Gaza
Pemerintah Israel menilai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi mempertahankan keamanan nasional di tengah konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah.
Namun, klaim tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak di komunitas internasional. Sejumlah analis hukum internasional menilai pembunuhan terhadap pemimpin sebuah negara oleh negara lain berpotensi melanggar prinsip kedaulatan negara serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain itu, beberapa negara dan tokoh internasional mengecam serangan tersebut karena dinilai dapat memperparah eskalasi konflik di kawasan.
Presiden Rusia Vladimir Putin, misalnya, menyebut pembunuhan Khamenei sebagai tindakan yang melanggar norma hukum internasional dan berpotensi memicu ketegangan lebih luas di Timur Tengah.
Baca Juga: Pendudukan Israel Buka Kembali Masjid Ibrahimi Usai Ditutup Selama Enam Hari
Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia pada 28 Februari 2026 dalam serangan udara besar yang dilakukan Israel dengan dukungan Amerika Serikat terhadap sejumlah target strategis di Teheran.
Operasi tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat yang kemudian memicu rangkaian serangan balasan Iran serta meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hasbara Israel Gunakan ChatGPT untuk Propaganda Zionis, Targetkan Gen Z
















Mina Indonesia
Mina Arabic