Tel Aviv, MINA — Pemerintah Israel menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap aksi militer yang dipimpin Amerika Serikat di Venezuela yang berujung pada tertangkapnya Presiden Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores.
Menurut Perdana Menteri yang sekaligus merupakan penjahat perang Benjamin Netanyahu, keputusan itu menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan bersejarah dalam menghadapi rezim yang dianggap merugikan rakyat Venezuela serta ancaman bagi kawasan.
Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan bahwa seluruh kabinet Israel mendukung “keputusan tegas dan tindakan kuat Amerika Serikat” yang berupaya memulihkan kebebasan dan keadilan di kawasan tersebut.
Ia juga memberikan penghormatan kepada pasukan militer AS yang terlibat dalam operasi itu atas keberanian dan efektivitasnya.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Netanyahu menilai langkah tersebut bukan sekadar aksi militer, tetapi gambaran nyata dari komitmen Amerika Serikat untuk melawan rezim yang disebutnya brutal dan merugikan rakyatnya sendiri.
Pernyataan ini mencerminkan hubungan strategis antara Israel dan AS, terutama dalam menghadapi ancaman global terhadap kebebasan dan keamanan.
Selain Netanyahu, pejabat pemerintahan Israel lainnya juga menyuarakan pandangan sejalan. Menteri luar negeri Israel menyebut bahwa penggulingan rezim Maduro merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung demokrasi dan stabilitas di Amerika Latin, serta berharap proses transisi dapat berlangsung menuju pemerintahan terpilih.
Respons Israel ini muncul di tengah reaksi global yang beragam atas operasi militer AS di Venezuela. Sementara beberapa negara mengutuk langkah tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional, dukungan seperti yang disampaikan Netanyahu menunjukkan adanya aliansi politik yang kuat di antara negara-negara tertentu yang memandang intervensi itu sebagai tindakan yang sah demi tujuan yang lebih besar.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Aksi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela bermula dari operasi besar yang dilancarkan di Caracas dan wilayah sekitarnya, yang menurut pihak AS bertujuan menangkap Maduro atas dugaan keterlibatan dalam narkotika dan tindak kejahatan terorganisir.
Langkah itu memicu perdebatan internasional luas tentang legalitas intervensi, pelanggaran kedaulatan, dan dampaknya terhadap stabilitas regional serta prinsip-prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic