Georgia, MINA – Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengkritik keras kebijakan Presiden Donald Trump terkait perang dengan Iran saat berkampanye di negara bagian Georgia. Ia menyebut warga Amerika menginginkan perubahan menjelang pemilu sela AS pada 3 November.
Obama berpidato di sebuah kampanye di Morrow, kawasan metropolitan Atlanta, Rabu (28/10) waktu setempat. Dalam kesempatan itu ia mendukung Senator Jon Ossoff yang mencalonkan diri kembali, serta kandidat gubernur dari Partai Demokrat Keisha Lance Bottoms, mantan Wali Kota Atlanta.
Ossoff bersaing dengan politisi Partai Republik Mike Collins, sedangkan Bottoms menghadapi calon dari Republik Rick Jackson. Anadolu melaporkan.
Obama menyebut Trump memulai perang yang tidak perlu dan tidak diminta maupun dipilih rakyat. Ia mempertanyakan perkembangan perang yang sudah berlangsung sekitar delapan bulan itu, padahal pemerintah berulang kali menyatakan kemenangan.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Menurut Obama, Iran kini memiliki kendali besar atas Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dunia. Ia juga menyoroti tarif, biaya hidup, dan layanan kesehatan sebagai persoalan yang menurutnya berpangkal pada kebijakan pemerintahan Trump.
Kritik itu disampaikan di tengah keluhan warga soal harga kebutuhan dan dampak perang. Ossoff sendiri menyatakan menentang perang tersebut dan menyerukan Kongres menetapkan resolusi kewenangan perang.
Pemerintahan Trump sebelumnya mengklaim militer dan ekonomi Iran terpukul, meski belum ada konfirmasi independen atas klaim itu.
Georgia menjadi salah satu medan penting pemilu sela. Trump memilih Georgia sebagai tujuan kampanye bulan ini dan datang ke Perry pada Sabtu (24/10) untuk mendukung Collins dan Jackson.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Mantan Wakil Presiden Kamala Harris dijadwalkan berkampanye di negara bagian itu pada Kamis (29/10) untuk mendukung Bottoms dan Ossoff. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic