Gaza, MINA – Penjajah Israel menutup seluruh penyeberangan perbatasan dengan Jalur Gaza pada Sabtu (28/2), menutup akses vital bagi masuknya bantuan kemanusiaan dan evakuasi pasien, bertepatan dengan dimulainya serangan besar-besaran Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Penutupan ini mencakup Penyeberangan Rafah di perbatasan selatan Gaza dengan Mesir, yang baru saja dibuka kembali pada awal Februari lalu. Terbukanya perbatasan Rafah memungkinkan sejumlah warga Palestina melintas, termasuk pasien yang membutuhkan perawatan medis mendesak.
Hampir seluruh penduduk Gaza yang berjumlah lebih dari dua juta jiwa telah terusir selama perang tanpa henti yang dilancarkan Israel, membuat wilayah kantong tersebut sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan.
Pada pertengahan Februari, PBB melaporkan bahwa tim kemanusiaan di Gaza terus menghadapi pembatasan Israel saat berupaya menyalurkan bantuan penyelamat jiwa, dengan sejumlah misi ditolak meskipun kebutuhan sangat mendesak.
Baca Juga: Israel Klaim Pembunuhan Khamenei Sesuai Hukum Internasional
Human Rights Watch dalam sebuah laporan pada Februari lalu mengatakan bahwa pembatasan Israel terhadap bantuan terus menyebabkan kelangkaan obat-obatan, makanan, bahan bakar, dan air bersih di dalam Jalur Gaza.
Sementara itu, pada Ahad (1/3) pagi, tentara pendudukan Israel kembali melancarkan serangan, termasuk serangan udara dan artileri, di berbagai wilayah Jalur Gaza.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Smotrich Ancam akan Hancurkan Beirut Seperti Khan Younis di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic