Makkah, MINA – Jamaah haji dari seluruh dunia mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Padang Arafah untuk menjalani puncak ibadah haji, yakni wukuf, yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Zulhijah 1447 Hijriah.
Proses mobilisasi jamaah dilakukan dengan pengawasan ketat petugas haji guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan para jamaah selama fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Arabnews melaporkan, Senin (25/5).
Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyebut pemberangkatan jamaah dilakukan secara bertahap menggunakan bus yang telah disiapkan pemerintah Arab Saudi.
Petugas haji Indonesia juga disiagakan di sejumlah titik untuk membantu jamaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jamaah yang memerlukan perhatian khusus selama perjalanan menuju Arafah. (cnnindonesia.com)
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling utama dan menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah haji seseorang. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Al-hajju Arafah” yang berarti inti ibadah haji adalah wukuf di Arafah.
Karena itu, pemerintah Indonesia memberikan perhatian besar terhadap kesiapan jamaah menghadapi fase Armuzna yang dikenal sebagai tahap paling berat dalam rangkaian ibadah haji.
Selain memastikan transportasi berjalan lancar, petugas juga mengingatkan jamaah untuk menjaga kondisi kesehatan di tengah cuaca panas ekstrem di Arab Saudi yang dalam beberapa hari terakhir dilaporkan mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
Jamaah diimbau memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan payung, serta menghindari aktivitas berlebihan agar tidak mengalami dehidrasi maupun kelelahan saat menjalani ibadah di Arafah dan Mina.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Pemerintah Arab Saudi tahun ini juga memperketat pengaturan arus jamaah serta penggunaan teknologi digital untuk memantau pergerakan jutaan jamaah dari berbagai negara.
Langkah tersebut dilakukan guna mencegah kepadatan berlebihan seperti yang pernah terjadi pada musim haji sebelumnya. Selain itu, layanan kesehatan dan pos darurat diperbanyak di kawasan Armuzna untuk mengantisipasi kondisi darurat jamaah.
Sementara itu, keberhasilan penyelenggaraan haji sangat ditentukan pada fase Armuzna karena menjadi titik paling krusial dalam seluruh proses ibadah haji. Pemerintah berharap seluruh jamaah Indonesia dapat menjalankan puncak ibadah haji dengan lancar, aman, dan kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
















Mina Indonesia
Mina Arabic