Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kematian Jamaah Haji Asal Jatim Tertinggi

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:56 WIB

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:56 WIB

101 Views ㅤ

Jamaah Haji Indonesia Wafat (foto: X)

Surabaya, MINA – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyoroti tingginya angka kematian jamaah haji asal Jawa Timur selama penyelenggaraan ibadah haji 2026.

Hingga pertengahan Juni, tercatat 65 jemaah asal Jawa Timur wafat di Tanah Suci, menjadikannya provinsi dengan jumlah kematian jamaah tertinggi di Indonesia.

Meski demikian, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama pada musim haji tahun lalu yang mencapai sekitar 104 orang.

Pemerintah menilai penurunan itu sebagai perkembangan positif, namun angka kematian yang masih tinggi tetap menjadi perhatian serius dalam evaluasi penyelenggaraan haji tahun ini.

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Dahnil mengatakan salah satu langkah yang akan ditempuh pemerintah adalah memperketat penerapan istithaah atau kemampuan kesehatan bagi calon jemaah haji.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan harus dilakukan lebih ketat, terutama bagi calon jemaah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti gangguan jantung, hipertensi, penyakit ginjal, hingga gangguan kognitif.

Ia menegaskan bahwa faktor usia semata tidak dapat dijadikan ukuran kelayakan seseorang untuk menunaikan ibadah haji. Banyak jamaah lanjut usia yang tetap dalam kondisi sehat, sementara sebagian jemaah yang lebih muda justru memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi.

Karena itu, penilaian kesehatan akan menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan keberangkatan pada musim haji mendatang.

Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina

Evaluasi tersebut dilakukan seiring upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan kesehatan haji. Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah melaporkan angka kematian jamaah haji Indonesia secara nasional pada musim haji 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah menilai perbaikan layanan kesehatan, pengelolaan mobilitas jemaah, serta pengawasan selama puncak haji turut berkontribusi terhadap penurunan tersebut.

Pengetatan istithaah kesehatan merupakan langkah penting mengingat mayoritas jemaah yang wafat umumnya memiliki riwayat penyakit kronis dan menghadapi kondisi cuaca ekstrem serta aktivitas fisik yang berat selama berada di Arab Saudi.

Karena itu, peningkatan kualitas skrining kesehatan sejak di daerah dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kematian jamaah pada musim haji berikutnya. []

Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda