Cileungsi, MINA – Majelis Dakwah Jama’ah Muslimin (Hizbullah) mengadakan Tadrib Khatib Jumat di Auditorium H Muhyiddin Hamidy, Pondok Pesantren Al-Fatah, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Sabtu (19/2).
Amir Majelis Dakwah Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Ustaz Wahyudi KS mengatakan, bahwa dai perlu ada penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) dalam menyampaikan dakwah kepada ummat.
“Tazkiyatun nafs pada hakikatnya menjauhkan diri kita dari kemusyrikan, mengakui keesaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, serta meneladani akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam tercinta,” katanya.
Ia mengatakan perwujudan mengenai sifat-sifat Allah yang mulia dalam aktivitas seorang dai atau khatib harus ditanamkan.
Baca Juga: 10 Karakter Seorang Mujahid Sejati dalam Islam
Salah satu sifat Allah adalah ar-Rahmaan dan ar-Rahiim. “Seorang dai bersifat pengasih dan penyayang terhadap sesama. membiasakan akhlak-akhlak baik ke dalam kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.
Ustaz Wahyudi mengatakan, shalat malam dan membaca Qur’an secara tartil yang sering diartikan sebagai kharisma bil kasyaf harus dijaga dan istiqamah, dai mesti tangguh dan mantap dalam menghadapi tantangan dan ujian.
“Sebagaimana Rasulullah saat berada di tahun pertama kenabian menghadapi berbagai pelecehan bahkan fitnah, Allah menurunkan wahyu sebagai panduan menyikapi keadaan tersebut di antaranya, Surat Al-Muzzamil,” katanya.
Peserta Tadrib Khatib Jumat terdiri dari berbagai unsur di antaranya, Dosen STAI AL-Fatah, para pengajar Pondok Pesantren Al-Fatah, mahasiswa STAI Al-Fatah dan alumni STAI Al-Fatah. (L/R4/P1)
Baca Juga: Khutbah Idul Fitri Puitis: Melanjutkan Ibadah, Melestarikan Sunnah
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Makna Sejati Idul Fitri: Kembali ke Fitrah dengan Hati yang Suci