Jakarta, MINA – Jama’ah Muslimin (Hizbullah) menyampaikan memprotes keras Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menjadikan nama “Muhammad” sebagai bahan candaan dalam pidato kampanye.
Sikap itu disampaikan dalam pernyataan tertulis bertanggal Jakarta, 19 Oktober 2026 atau 8 Jumadil Awwal 1448 H.
Menurut pemberitaan berbagai media, Trump melontarkan lelucon itu saat berkampanye untuk kandidat Partai Republik di Dalton, Georgia, Jumat (16/10), menjelang pemilu sela AS pada 3 November.
Ia mengatakan jika ragu dengan nama seseorang dari Timur Tengah, orang cukup menyapanya “Mohammad” karena peluang tepatnya sekitar 65 persen. Trump menyebut sudah melakukan hal itu bertahun-tahun dan tidak pernah keliru.
Baca Juga: Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, Ini Wilayah Terpanas di Indonesia versi BMKG
Jama’ah Muslimin menilai candaan tersebut merupakan penghinaan, karena “Muhammad” adalah nama Nabi yang dimuliakan oleh sekitar 2,2 miliar umat Islam.
Mereka juga menilai ucapan itu tidak pantas dan melanggar etika berbicara di depan publik, apalagi dari seorang presiden negara adidaya. Pernyataan candaan semacam itu bila dibiarkan dapat melegitimasi stigma dan diskriminasi terhadap Muslim (Islamofobia), serta mengancam harmoni dan perdamaian global.
Sebagai tuntutan, Jama’ah Muslimin meminta Trump dan tim kampanyenya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada komunitas Muslim dunia, serta berjanji tidak mengulanginya.
Jama’ah Muslimin juga mengajak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) aktif mengecam ujaran kebencian berbasis agama, merujuk pada resolusi PBB 15 Maret 2022 yang menetapkan tanggal itu sebagai Hari Internasional Melawan Islamofobia. Umat Islam diimbau merespons dengan kepala dingin, sabar, dan sesuai tuntunan syariat.
Baca Juga: Singapura Sebut 3 Perusahaan Indonesia Terlibat Karhutla
Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) dalam laporan awal 2026 menyebut meningkatnya Islamofobia di AS sebagian dipicu kebijakan imigrasi keras dan penindakan aksi protes pro-Palestina. Hingga berita ini disusun, belum ditemukan tanggapan resmi Gedung Putih atau tim kampanye Trump atas protes tersebut. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Belanja Oleh-Oleh Jemaah Haji Capai Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Jadi Pemasok
















Mina Indonesia
Mina Arabic