Washington, MINA – Sejumlah jajak pendapat menunjukkan Partai Demokrat berpeluang meraih hasil positif dalam pemilu sela Amerika Serikat (AS) yang digelar Selasa (3/11) esok. Namun, hasil survei dinilai belum tentu mencerminkan hasil akhir pemungutan suara.
Pemilu ini memperebutkan seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan 35 kursi Senat. Demokrat memerlukan 218 kursi untuk menguasai DPR. Saat ini Republik memegang mayoritas tipis 218-214 di DPR, sehingga Demokrat perlu tambahan bersih empat kursi.
Di Senat, Republik unggul 53-47 dan Demokrat juga membutuhkan tambahan bersih empat kursi. Al-Jazeera melaporkan.
Sejumlah survei terbaru menempatkan kandidat Demokrat unggul dalam perebutan kursi DPR, sedangkan persaingan di beberapa pemilihan Senat berlangsung ketat.
Baca Juga: AS akan Hentikan Bantuan untuk Israel Akhir Tahun Ini
Survei The New York Times menunjukkan persaingan Senat di South Carolina berimbang, padahal Donald Trump menang di negara bagian itu dengan selisih 18 poin pada pilpres 2024. Survei CNN menunjukkan kandidat Demokrat unggul di Texas, Kansas, dan Maine.
Akurasi survei menjadi sorotan karena jajak pendapat sebelumnya kerap meleset. Trump melampaui prediksi survei saat memenangkan pilpres 2016 dan 2024, sementara kekalahan tipisnya pada 2020 terjadi meski survei memprediksi keunggulan lebih besar bagi Joe Biden.
Tahun ini, survei juga keliru dalam pemilihan pendahuluan Demokrat untuk Senat di Michigan dan gubernur di Wisconsin.
Presiden Ipsos Public Affairs Clifford Young menyebut survei makin sulit dilakukan karena masyarakat sulit dijangkau dan makin enggan berpartisipasi. Ia menilai pemilih konservatif, terutama sayap kanan jauh, cenderung antikemapanan sehingga dukungan Republik berpotensi kurang terukur.
Baca Juga: Partai Demokrat Unggul Sementara dalam Pemilu Sela AS
Meski begitu, Young menilai survei pemilu sela dalam beberapa tahun terakhir relatif lebih akurat, dan pemilihan pendahuluan memang lebih sulit diprediksi.
Faktor lain yang dapat membatasi peluang Demokrat adalah perubahan batas daerah pemilihan, polarisasi yang menyempitkan jumlah pemilih yang berpindah dukungan, serta keunggulan dana kampanye Republik.
Kubu Republik mengaku optimistis mempertahankan mayoritas. Ketua kampanye Senat Republik Tim Scott, misalnya, mengatakan dukungan dana dari tim Trump menjadi keunggulan.
Menurut Young, hasil pemilu tetap sulit dipastikan karena pemilih bisa mengubah pilihan hingga hari pemungutan suara dan kelompok yang belum menentukan pilihan dapat memengaruhi hasil akhir. (MINA)
Baca Juga: Abaikan Larangan, Ratusan Pelajar Prancis Tetap Demo di Dekat Pantheon Paris
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic