Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jelang Perundingan, Iran Peringatkan AS Jangan Mau Didikte Israel

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 11 Februari 2026 - 20:37 WIB

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:37 WIB

10 Views ㅤ

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei. (Foto: dok. Ariana News)

Teheran, MINA – Iran memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak membiarkan Israel memengaruhi kebijakan luar negerinya, karena ketegangan terus berlanjut menjelang dimulainya kembali perundingan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, mengatakan dalam konferensi pers di Teheran pada Selasa (10/2) bahwa Washington harus bertindak secara independen dan tidak mengizinkan Israel mendikte keputusannya. Middle East Monitor melaporkan.

Baghaei mengkritik peran Israel dalam diplomasi regional dan mengatakan skeptisisme Iran terhadap Amerika Serikat berakar pada pengalaman masa lalu, khususnya perkembangan selama dekade terakhir dan tindakan AS baru-baru ini.

Ia mengatakan ancaman dan sanksi yang sedang berlangsung mengharuskan Teheran berhati-hati dalam proses diplomatik, tetapi menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen pada diplomasi dan mendasarkan posisinya pada hukum internasional dan “hak-hak sah” rakyat Iran.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Ia menambahkan bahwa dimulainya kembali pembicaraan dan kesepakatan untuk melanjutkan negosiasi menandai awal yang penting, tetapi menegaskan Iran akan menilai proses tersebut berdasarkan perilaku Washington.

Secara terpisah, Ali Larijani, Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, memperingatkan Presiden AS Donald Trump menjelang pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Larijani mengatakan AS harus “berpikir dengan hati-hati” dan tidak membiarkan Netanyahu membentuk kerangka negosiasi. Ia memperingatkan peran destruktif “aktor Zionis” dalam memengaruhi pengambilan keputusan global.

Pernyataannya dilaporkan oleh Kantor Berita Mehr sebagai bagian dari pesan Iran yang lebih luas seputar negosiasi nuklir yang diperbarui antara Teheran dan Washington.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia