Tembok Berlin" />
Berlin, 27 Muharram 1437/9 November 2015 (MINA) – Jerman merayakan, Senin, 26 tahun runtuhnya Tembok Berlin.
Didirikan pada 1961, tembok yang merupakan simbol Perang Dingin tersebut dirobohkan pada 1989.
Pada 9 Nopember 1989, bekas negara Jerman Timur, yang nama resminya Republik Demokrasi Jerman, memperkenankan rakyatnya yang ingin meninggalkan negara komunis itu untuk sementara waktu atau selamanya menyeberang ke kawasan Berlin Barat.
Baca Juga: Korban Tewas Gempa Myanmar Meningkat Lebih dari 3.085 Orang
Dengan adanya pengumuman itu, berarti tamatlah secara resmi riwayat ikon yang memisahkan Berlin menjadi dua wilayah, Berlin Barat dan Berlin Timur.
Tekanan langsung dari mantan pemimpin Sovyet, Mikhail Gorbachev, dan langkah-langkah daamai yang intensif dari ratusan ribu pengunjukrasa, terutama di Jerman Timur, begitu efektif bagi penghancuran tembok itu.
Kurang dari setahun kemudian, yakni pada 3 Oktober 1990, Jerman Barat dan Jerman Timur secara resmi menjadi satu bangsa setelah 45 tahun pemisahan akibat Perang Dingin.
Baca Juga: Beberapa Mahasiswa Columbia Rantai Diri di Gerbang Universitas Tuntut Pembebasan Mahmoud Khalil
Tutup Usia
Di tengah perayaan ini, pejabat Jerman Timur yang mengumumkan secara tak sengaja runtuhnya Tembok Berlin tutup usia, Minggu, dalam usia 86 tahun.
Mantan jurubicara Politbiro Komita Sentral Partai Komunis Jerman Timur, Guenter Schabowki, meninggal dunia di ibukota reunifikasi, kata jandanya. Kematiannya terjadi hanya beberapa hari sebelum ulang tahun ke-26 pembukaan perbatasan yang penuh suka cita itu.
Pada 9 Nopember ketika jam menunjukkan hampir pukul tujuh malam, Schabowki menggeluarkan selembar kertas dari sakunya dan membacakan keputusan yang menyatakan visa akan diberikan secara bebas kepada mereka yang ingin pergi keluar Jerman Timur atau meninggalkan negara komunis itu.
Baca Juga: Hungaria Keluar dari ICC
“Mulai kapan?” kata seorang wartawan Italia. Schaboswski tanpa ragu dan kemudian berimprovisasi: “Setahu saya…mulai sekarang.”
Konferensi pers disiarkan secara langsung oleh pelbagai jaringan TV dan dalam sekejap saja tersiar kabar yang menyatakan “Tembok Berlin sudah runtuh”.
Ribuan penduduk Berlin Timur pun mulai mengalir ke pos-pos pemeriksaan (checkpoint) menuju Berlin Barat. Para penjaga perbatasan Jerman Timur kebingungan dengan situasi mendadak ini. Mereka tak tahu apa yang hendak dilakukan dan terus menunggu instruksi lewat telpon.
Maka, kerumunan orang Jerman Timur pun menyeberangi dan memanjat tembok itu, diikuti pula dengan warga Jerman Barat di sisi lain untuk merayakan atmosfer kebebasan.
Beberapa minggu setelahnya, euforia publik dan pemburu souvenir akhirnya meretakkan bagian-bagian tembok itu. Pemerintah kemudiana menghancurkan sebagian besar tembok ini alat berat. Kejatuhan Tembok Berlin membuka jalan terbentuknya Reunifikasi Jerman, pada 3 Oktober 1990. (T/R07/R01)
Baca Juga: Angkatan Bersenjata Yaman Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS, Kedua dalam 72 Jam
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)