Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabut Asap Karhutla Kepung Palembang, Kualitas Udara Sangat Berbahaya

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 4 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Ahad, 4 Oktober 2026 - 19:42 WIB

77 Views ㅤ

Ilustrasi: Asap akibat Karhutla (Dok MINA)

Palembang, MINA – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kota Palembang, Sumatra Selatan, hingga membuat kualitas udara berada pada kategori sangat berbahaya bagi kesehatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Stasiun Musi 2 mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik pada Ahad (4/10/).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatra Selatan Wandayantolis mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kondisi udara masuk kategori hitam atau sangat berbahaya. Tingginya konsentrasi PM2.5 tersebut dipengaruhi asap karhutla di sejumlah wilayah Sumatra Selatan yang terbawa angin menuju Palembang.

PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni tidak lebih dari 2,5 mikrometer, sehingga dapat masuk ke sistem pernapasan. BMKG mengukur konsentrasinya menggunakan metode penyinaran sinar beta dengan satuan mikrogram per meter kubik.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Kondisi kabut asap juga berdampak pada jarak pandang warga. Pantauan di sejumlah ruas jalan Palembang pada Minggu sore menunjukkan asap semakin pekat dan mengurangi jarak pandang pengendara. Sejumlah warga mengaku mengalami mata perih ketika beraktivitas di luar ruangan.

BMKG mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada pada level berbahaya.

Warga yang memiliki gangguan pernapasan diminta meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut. Jika harus keluar rumah, masyarakat disarankan menggunakan masker dan pelindung mata.

Sementara itu, tingginya konsentrasi asap tidak terlepas dari masih tingginya aktivitas karhutla di Sumatra Selatan. Pada Minggu (4/10), BMKG mendeteksi 2.471 titik panas di Sumatra, dengan 1.820 di antaranya berada di Sumatra Selatan.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi memperburuk kabut asap dan kualitas udara di wilayah terdampak. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Rekomendasi untuk Anda