Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lima Provinsi Jadi Prioritas Penanganan Karhutla di Indonesia

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Ahad, 25 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Ahad, 25 Oktober 2026 - 21:59 WIB

18 Views ㅤ

Para petugas pemadam karhutla (Foto: BNPB)

Jakarta, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan lima provinsi di Sumatra dan Kalimantan sebagai prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Kepala BNPB Kristomei Sianturi mengatakan jumlah provinsi prioritas berkurang dari enam menjadi lima setelah kondisi kebakaran di Riau menunjukkan perbaikan.

Meski demikian, peningkatan titik api di Sumatera Selatan dan Jambi membuat kedua wilayah tersebut tetap membutuhkan perhatian serius.

“Hari ini terjadi penurunan awalnya enam provinsi, tapi di Riau sudah kami keluarkan karena di Riau tidak ada pemunculan titik api lagi, sehingga masih ada lima provinsi prioritas hari ini, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat,” kata Kristomei, Ahad (25/10).

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 3 November 2026

Sebelumnya, enam provinsi prioritas penanganan karhutla meliputi Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara dengan melibatkan BNPB, kementerian dan lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah.

Berdasarkan pemantauan BNPB melalui sistem informasi geografis pada Sabtu (24/10) pukul 15.00 WIB, tercatat 13.910 titik panas dengan luas lahan terbakar sekitar 25.409 hektare. Data tersebut bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan pemantauan di lapangan.

Di Sumatera Selatan, sekitar 2.187 hektare lahan masih belum padam, sedangkan di Jambi luas lahan yang belum padam meningkat menjadi 716 hektare, dibandingkan 377 hektare pada hari sebelumnya.

Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

Kondisi tersebut membuat operasi pemadaman dan pendinginan di kedua provinsi perlu terus diperkuat.

BNPB juga mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca untuk mendukung penanganan karhutla.

Kristomei menjelaskan bahwa sejak 20 Oktober, sebanyak 3.100 kilogram es kering atau dry ice telah disemai melalui lima sorti penerbangan.

Di Sumatera Selatan, sebanyak 800 kilogram disemai dalam satu sorti untuk mendukung pembentukan awan dan meningkatkan peluang hujan.

Baca Juga: Cuaca Sumatra Hari Ini, Waspadai Hujan Petir dan Angin Kencang

Selain pemadaman, petugas melakukan pendinginan pada lahan yang telah terbakar untuk mencegah api kembali menyala, terutama di kawasan gambut.

Perubahan arah angin, keterbatasan sumber air, akses menuju titik api, serta kondisi cuaca menjadi sejumlah tantangan yang harus diantisipasi dalam operasi lapangan.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan kebakaran serta menyesuaikan pengerahan personel dan peralatan berdasarkan kondisi di masing-masing wilayah.

Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kebakaran agar api tidak meluas serta dampak asap terhadap kesehatan dapat ditekan. []

Baca Juga: Tiga Kabupaten Aceh Hadapi Ancaman Hujan Tinggi hingga 10 November

News News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda