Kapal Pelat Datar Berbahan Baja Dinilai Lebih Efisien

Bekasi, 16 Rabi’ul Awwal 1438/15 Januari 2017 (MINA) – PT Juragan Kapal Indonesia mulai pabrikasi secara massal kapal inovasi baru yakni dengan pelat datar berbahan baja, bekerja sama dengan Gunung Steel Group guna mendukung Program Poros Maritim Dunia.

Menteri Riset Tekologi dan Pedidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan kapal ini lebih efisien di segala sisi, di antaranya dari harga yang lebih murah, proses produksi yang lebih cepat, juga kapal tersebut lebih kuat dan tahan lama karena berbahan baja.

“Ini produk lokal, kalo berbahan fiber itu bukan, jadi ini sangat menguntungkan untuk kapal di Indonesia,” ujarnya saat meninjau proses pembuatan kapal di PT Gunung Steel Cikarang Barat, Bekasi, Ahad (15/1). Mi’raj Islamic News Agency (MINA) melaporkan.

Ia menjelaskan, untuk kapal dengan berbahan kayu dan fiber saja, bisa seharga Rp400 juta ke atas, sementara dengan bahan baja ini dihargai lebih murah, yakni sekitar Rp270 juta dan proses pembuatan untuk 1 kapal baja kurang lebih hanya sebulan.

Kapal baja menggunakan mesin yang sama dengan kapal berbahan fiber dan kayu, yakni dengan kecepatan 24,5 knot, namun kapal dengan berbahan baja yang diciptakan PT Juragan Kapal ini menurut Nasir lebih cepat, karena bagian depan berbentuk “W” (kanal) yang mengalirkan air dengan cepat, dalam manufer kapal itu juga dinilai stabil dan aman.

Untuk kapasitas, kapal tersebut berukuran 10 GT, dengan muatan sampai 5 ton dan 6-7 Anak Buah Kapal (ABK), sedangkan untuk kapal penumpang bisa mencapai 25 penumpang dan 3 ABK. Nasir menambahkan, kapal baja ini juga diproduksi untuk muatan barang dan membawa penumpang.

Ia menambahkan, pemerintah akan menyediakan 3.500 unit kapal baja untuk nelayan setelah proses sertifikasi selesai tiga bulan ke depan, dan yang berkaitan dengan harga kapal juga subsidi merupakan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, selain itu riset akan terus dikembangkan.

“Kapal ini lebih efisien, ke depannya pasti masyarakat akan beralih ke kapal berbahan baja,” tutupnya. (L/R08/RI-1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)