Kapal Tanker Iran yang Pertama Masuki Perairan Venezuela

Kapal tanker Clavel milik Iran berada di perairan Gibraltar, 20 Mei 2020. (Foto: Marcos Moreno/AP)
Kapal tanker Clavel milik Iran berada di perairan Gibraltar, 20 Mei 2020. (Foto: Marcos Moreno/AP)

Caracas, MINA – Kapal tanker minyak Iran yang pertama dari lima tanker berlayar menuju ke Venezuela telah memasuki perairan negara itu untuk membantu meringankan kekurangan bahan bakar .

Tidak terlihat tanda-tanda langsung campur tangan Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya mengancam menindak kapal Iran di tengah-tengah ketegangan hubungan AS dengan Iran maupun Venezuela.

Di tengah meningkatnya ketegangan yang digambarkan oleh otoritas Venezuela sebagai ancaman dari AS, kapal minyak Fortune secara resmi memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (EEZ) Venezuela sekitar pukul 19:30 waktu setempat (11:30 GMT) pada hari Sabtu (23/5), menurut pelacak pengiriman TankerTracker, demikian Al Jazeera melaporkan.

“Kapal tanker Iran pertama mencapai pantai Venezuela,” kata Kedutaan Iran di Venezuela dalam sebuah unggahan Twitter. “Bersyukur kepada Angkatan Bersenjata Bolivarian karena mengawal mereka.”

Televisi pemerintah Venezuela memperlihatkan gambar-gambar kapal laut dan pesawat tempur yang bersiap untuk mengawal tanker tersebut.

Pemerintah Presiden Nicolas Maduro telah berjanji bahwa militer akan mengawal tanker begitu mereka mencapai ZEE.

Kapal tanker Fortune menuju ke kilang El Palito di Puerto Cabello di negara bagian Carabobo utara, menurut televisi pemerintah.

Keempat tanker Iran lainnya – Forest, Petunia, Faxon dan Clavel – diperkirakan akan tiba dalam beberapa hari mendatang.

Hal ini telah menyebabkan meningkatnya ketegangan diplomatik antara AS dengan Iran dan Venezuela, yang keduanya di bawah sanksi ekonomi AS yang keras.

Washington dilaporkan mempertimbangkan langkah-langkah yang akan diambil sebagai tanggapan.

Baru-baru ini AS meningkatkan kehadiran angkatan lautnya di Karibia untuk apa yang disebutnya sebagai operasi anti-narkoba yang diperluas.

Juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman mengatakan pada Kamis (21/5) bahwa dia tidak mengetahui adanya operasi yang terkait dengan kapal Iran. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)