KBRI Brussel Adakan Pre-Business Matching Pertanian

Brussel, MINA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Brussel mengadakan pertemuan persiapan penjajakan kesepakatan dagang (Pre Bussines Matching) bidang pertanian pada Rabu (31/3).

Pertemuan tersebut diadakan untuk membangun komunikasi terkait peluang kerjasama bisnis diantara pelaku, khususnya diaspora Indonesia yang menjadi pengusaha atau pebisnis komoditas pertanian.

Acara yang dilakukan secara daring ini dibuka oleh Wakil Kepala Perwakilan RI Brussel Sulaiman syarif yang dalam sambutannya dia berharap pertemuan ini dapat meningkatkan ekspor komoditas unggulan Indonesia khususnya komoditi pertanian ke manca negara.

Selain itu, dibukanya penerbangan kargo dari Jakarta ke  Luxemburg sepekan dua kali hendaknya dioptimalkan untuk mengirimkan produk-produk Indonesia.

Atase Pertanian KBRI Brussel, Arief Rachman juga memaparkan peta potensi ekspor produk pertanian Indonesia di Uni Eropa serta rencana dalam menciptakan permintaan akan produk-produk tersebut.

Pertemuan ini diikuti oleh importir produk-produk perkebunan dan pertanian Indonesia di Uni Eropa, diantaranya Eastern Pearl, Raharja Alam Nusantara, Heins Co, thecanningtea dan beberapa perusahaan lainnya.

Adapun produk-produk yang telah rutin dikirimkan ke Uni Eropa berupa teh, kopi dan rempah-rempah.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut terjalin komunikasi antara konsumen produk Indonesia di Luxemburg yang berprofesi sebagai seorang chef, Lansya.

Ia menyampaikan tentang kebutuhannya akan sayuran dan buah asli Indonesia dan peluang restoran makanan khas Indonesia selain dari produk-produk pertanian lainnya. Salah satu produk yang ditunggu oleh konsumen saat ini adalah beras organik asli Indonesia.

Kegiatan ini rencanannya akan rutin dilakukan dan dalam waktu dekat diharapkan dapat terwujud Asosiasi Diaspora Pebisnis Pertanian Uni Eropa (ASDITANI-EU) yang menjadi wadah seluruh importir produk Indonesia di Uni Eropa.

Hadir dalam kegiatan daring tersebut Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementan RI Ade Candra Dijaya dan juga pejabat perwakilan Bank Indonesia.(L/R1/P2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)