Kelompok HAM: Pasukan Israel Jarah Barang-Barang Beharga Milik Warga Palestina di Gaza

Gaza, MINA – Pemantau Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania (Euro-Med) yang berbasis di Jenewa mengungkapkan bahwa selain membunuh ribuan warga sipil di Jalur Gaza, pasukan Israel juga melakukan pencurian sistematis terhadap rumah-rumah warga Palestina di seluruh wilayah yang terkepung itu, dan menjarah harta benda mereka.

Pemantau HAM Euro-Mediterania mengumumkan informasi tersebut dalam sebuah laporan, mengutip kesaksian yang mereka peroleh dari warga Palestina yang dirugikan.

“Menurut kesaksian yang dikumpulkan kami, kejahatan tentara Israel lebih dari sekadar penahanan sewenang-wenang, penghilangan paksa, dan eksekusi lapangan,” kata Euro-Med Monitor, demikian Press Tv, Ahad (31/12).

Tindakan tersebut juga melibatkan penghancuran properti secara sengaja, pencurian barang-barang pribadi, serta penjarahan dan pembakaran rumah, semuanya merupakan bagian dari strategi sistematis yang jelas didasarkan pada hukuman kolektif terhadap rakyat Palestina,” kata kelompok hak asasi manusia tersebut.

Baca Juga:  Ben-Gvir Desak ‘Migrasi Sukarela’ Warga Palestina

Ia menambahkan, tentara Israel berpartisipasi dan menyaksikan pencurian yang disengaja atas aset dan uang warga sipil Palestina, termasuk komputer laptop, emas, dan uang tunai dalam jumlah besar.

“Perkiraan awal menunjukkan bahwa tentara Israel mungkin telah menjarah harta benda berharga senilai puluhan juta dolar, selain mencuri barang-barang pribadi warga sipil Palestina,” demikian laporan Euro-Med.

Thabet Salim, salah satu warga Palestina mengatakan kepada Euro-Med Monitor, pasukan Israel telah menggerebek rumahnya di selatan Kota Gaza, menculik mereka dan kedua putranya. Pasukan Israel, tambah Salim, kemudian mencuri seluruh emas dan uang tunai yang ada di rumahnya.

“Jumlah uang yang diambil tentara dari rumah saya bernilai lebih dari 10.000 dolar AS, ditambah jumlah emas yang hampir sama dari istri saya, dan istri putra sulung saya,” kata Salim.

Baca Juga:  Musim Panas Hidupkan Kembali Pantai-Pantai Gaza

Umm Muhammad Gharbiyya, seorang wanita Palestina, juga mengatakan kepada Euro-Med Monitor bahwa pasukan Israel telah secara paksa mengambil perhiasan emasnya setelah dengan kasar membobol rumah keluarganya awal bulan ini.

Kesaksian tersebut telah diverifikasi oleh banyak video yang beredar di media sosial yang menunjukkan pasukan Israel merampas barang-barang milik warga Palestina, menjarah properti mereka, dan mencoba menjual harta benda mereka yang dicuri.

Euro-Med Monitor mengakhiri laporannya dengan menyerukan “penyelidikan internasional yang komprehensif dan tidak memihak terhadap pelanggaran berat Israel terhadap penduduk Jalur Gaza dan harta benda mereka, dan agar komunitas internasional mengambil tindakan segera untuk memastikan bahwa Israel bertanggung jawab secara hukum.”

Baca Juga:  Ustaz Khozin: Perlunya Berjamaah Bebaskan Al-Aqsa 

Israel melancarkan perang genosida di Gaza pada 7 Oktober menyusul operasi pejuangan perlawanan Palestina Hamas di wilayah tersebut, yang dijuluki Operasi Badai al-Aqsa. Operasi bersejarah ini terjadi sebagai respons terhadap kekerasan rezim terhadap warga Palestina selama puluhan tahun.

Sejak dimulainya agresi militernya, rezim Israel telah membunuh sedikitnya 21.672 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 56.000 lainnya. (T/R4/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)

Wartawan: kurnia

Editor: Ismet Rauf