Kemenag dan Kemenko Perekonomian Kerjasama Perkuat Pendidikan Vokasi di Madrasah

Jakarta, MINA – Kementerian Agama dan Kementerian Koordinator Perekonomian, menjalin kerjasama dalam memperkuat mutu pendidikan keterampilan (vokasi) di madrasah,  ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Peningkatan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi di Madrasah, Senin (1/4).

Nota Kesepahaman ditandatangani langsung Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin dan Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kemenko Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin, demikian rilis Kemenag yang diterima MINA.

Dirjen Pendidikan Islam menjelaskan, kerjasama ini juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia.

Menurutnya, peningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan vokasi di madrasah dilakukan melalui dua skema, pertama, pendirian Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), dan kedua pengembangan Madrasah Aliyah Plus Keterampilan.

“Kebijakan Pendirian MAK (skema satu) akan dilaksanakan secara selektif dengan menerapkan standar mutu penyelenggaraan yang tinggi sejak awal pendirian. Sedangkan kebijakan pengembangan MA Plus Keterampilan (Skema dua) dilaksanakan oleh Madrasah Aliyah melalui penambahan jumlah jam pelajaran muatan keterampilan/kejuruan,” tutur Kamaruddin.

Kamaruddin mengatakan, Kemenag pada tahun 2018 sudah mendirikan dua MAK Negeri, yaitu, MAKN Ende di Nusa Tenggara Timur, dan MAKN Bolaang Mongondow di Sulawesi Utara.

Ia menambahkan, sementara itu, sampai saat ini, ada 153 Madrasah Aliyah yang telah mengembangkan program keterampilan yang tersebar di sejumlah provinsi di Indonesia.

“Mutu penyelenggaraan MAK dan MA Plus Keterampilan tersebut masih perlu ditingkatkan lagi, terutama terkait desain kurikulum dan pembelajaran, standar isi dan standar prosesnya,” tutur Kamaruddin.

“Sinergi Kemenag dan Kemenko Perekonomian ini bertujuan meningkatkan sekaligus menjamin mutu pendidikan vokasi di madrasah melalui skema program Technical and Vocational Education and Training System Reform (TVET),” pungkasnya. (R/Gun/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)