Kemenristekdikti Siap Kembangkan Sistem Pembelajaran Daring pada 2018

Jakarta, MINA – Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyatakan tengah siap mengembangkan sistem pembelajaran daring (online) untuk mengakomodasi pembelajaran nontatap muka.

Menristekdikti Mohammad Nasir mengatakan, upaya pihaknya itu diwujudkan melalui pengembangan Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) Indonesia sebagai salah satu program rintisan pembelajaran era digital yang dikembangkan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.

“Kita akan mencoba sistem kuliah daring. Keberadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang begitu canggih dewasa ini, menawarkan potensi besar untuk menjawab tantangan dunia pendidikan ke depan,” kata Nasir pada acara temu media bertajuk “Bedah Kinerja 2017, Fokus Kinerja 2018”bersama Para Direktur Jenderal, Inspektur Jenderal dan Staf Ahli di lingkungan Kemenristekdikti di Jakarta, Kamis (4/1).

Sebagai inisiasi awal, SPADA Indonesia telah bekerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi Penyelenggara yaitu, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Bina Nusantara, AMIKOM, Universitas Pelita Harapan, Universitas Telkom, dan Sekloah Tinggi Pariwisata Trisakti.

“Perguruan tinggi penyelenggara yang sudah siap sejumlah 51 terdiri dari 32 PTS dan 19 PTN. Sementara 116 PTS dan PTN menjadi perguruan tinggi mitra dalam pelaksanaan sistem pembelajaran online ini. SPADA Indonesia terbuka bagi seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Acara temu media ini dihadiri para pemimpin redaksi, redaktur dan jurnalis dari berbagai media massa baik cetak maupun elektronik termasuk Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency), Pimpinan Komisi VII dan X DPR RI, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kemenristekdikti, Kepala Badan Amil dan Zakat Nasional, jajaran eselon II di lingkungan Kemenristekdikti, dan tamu undangan lainnya.

Kegiatan tahunan ini juga dikemas bersamaan dengan pemberian Anugerah Jurnalis dan Media Kemenristekdikti 2017, sebagai bentuk apresiasi bagi jurnalis dan media yang turut mendesiminasikan program dan kebijakan Kemenristekdikti kepada para pemangku kepentingan.(L/R01/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)