Ketua STAI Al-Fatah: Kegiatan Diskusi Mahasiswa Harus Berkelanjutan

Cileungsi, Kabupaten Bogor, MINA – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cieungsi, Bogor, Ahmad Soleh mengharapkan, kegiatan diskusi mahasiswa harus berkelanjutan.

“Kegiatan diskusi seperti ini sangat penting untuk mengasah daya pikir dan analisis mahasiswa, menyaluran ide-ide yang bermanfaat dan mengembangkan dakwah yang rahmatan lll alamin,” ujarnya dalam sambutan Bincang Ilmiah Akademis ‘Lawan Aneksasi Israel Atas Tanah Palestina’ di Kampus STAI Al-Fatah, Cileungsi, Bogor, pada Ahad (28/6).

Tema-tema terkini dan seputar permasalahan dunia umat juga dapat dijadikan sebagai tema-tema diskusi mendatang, ujarnya.

“Kami berharap program-program jurusan Komunikasi Penyiaran Islam seperti ini dapat semakin berkualitas dan bermanfaat untuk kampus, jamaah dan manusia pada umumnya.

Hadir sebagai pembicara dalam acara ini yaitu Ali Farkhan Tsani (Redaktur Senior Kantor Berita MINA), Imam Santoso (Dosen STAI Al-Fatah) dan Sri Astuti  (Mahasiswi STAI Al-Fatah) serta moderator Suji Rahayu (mahasiswi STAI Al-Fatah).

STAI Al-Fatah saat ini sedang menerima calon mahasiswa baru Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, tahap kedua tanggal 1 Juni 2020 sampai 31 Juli 2020. Sedangkan tahap pertama sudah dibuka tanggal 1 Maret  2020 sampai 31 Mei 2020 yang lalu.

Saat ini sudah mendaftar di antaranya ada dari Filipina tiga orang, Palestina satu orang, dan dalam negeri beberapa orang.

Untuk info lebih lengkap bagi yang mendaftar sebagai calon mahasiswa, dapat menghubungi nomor 0857-8752-4024 (Lia), dan atau 0857-1555-2557 (Fathan).

STAI Al-Fatah merupakan salah satu Perguruan Tinggi Swasta Islam yang berdiri sejak tahun 1999, beralamat di Pondok Pesantren Al-Fatah, Jalan Pesantren Al-Fatah Pasirangin, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di samping  materi kompetensi jurnalistik, para mahasiswa STAI juga dibekali dengan keilmuan keislaman, seperti Aqidah, Ulumul Quran, Ulumul Hadits, Tafsir, Fiqih, Tahsin-Tahfidz Al-Quran, dan Bahasa Arab-Inggris media massa. (L/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)