Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KH Cholil Nafis Pimpin Tim Ulama Kawal Pelaksanaan Haji 2026

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 17 Mei 2026 - 04:12 WIB

Ahad, 17 Mei 2026 - 04:12 WIB

38 Views ㅤ

Wakil ketua umum MUI KH Cholil Nafis, Ph.D

Jakarta, MINA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Cholil Nafis ditunjuk memimpin tim Musyrif Diny yang beranggotakan 32 ulama untuk mengawal pelaksanaan syariat ibadah haji Indonesia tahun 2026.

Tim tersebut diberangkatkan langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten baru-baru ini.

Menteri Haji dan Umrah yang akrab disapa Gus Irfan mengatakan para Musyrif Diny memiliki tugas penting sebagai pembimbing ibadah dan konsultan syariah bagi jamaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci.

Menurutnya, seluruh anggota tim berasal dari berbagai unsur organisasi Islam dan memiliki kompetensi fikih serta pemahaman manasik yang memadai.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

“Tahun ini jamaah haji Indonesia mencapai sekitar 221 ribu orang dengan latar belakang pemahaman keagamaan yang beragam,” ujar Gus Irfan.

Karena itu, kehadiran Musyrif Diny dinilai penting untuk memastikan seluruh jamaah memperoleh bimbingan ibadah yang benar, sahih, dan menenangkan selama menjalankan rangkaian haji.

Selain membimbing manasik, tim ulama tersebut juga akan mengawal penerapan sejumlah skema layanan ibadah baru seperti Safari Wukuf Khusus, Murur di Muzdalifah, dan Tanazul di Mina.

Pemerintah menilai skema tersebut membutuhkan pendampingan fikih yang kuat agar jamaah memahami dasar syariat dari setiap kebijakan yang diterapkan di lapangan, terutama bagi jamaah lanjut usia dan jamaah dengan keterbatasan fisik.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Gus Irfan menegaskan peran Musyrif Diny menjadi bagian penting dalam konsep “Tri Sukses Haji” yang diusung pemerintah, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, dan sukses peradaban serta keadaban.

Para pembimbing ibadah diminta tidak hanya memahami aspek teknis manasik, tetapi juga mampu memberikan ketenangan spiritual dan solusi syariah yang adaptif terhadap kondisi jamaah di lapangan.

Sementara itu, KH Cholil Nafis menegaskan komitmennya untuk memastikan jamaah Indonesia dapat menjalankan ibadah haji sesuai tuntunan syariat dengan pendekatan yang memudahkan.

Penguatan pembimbingan ibadah dinilai menjadi salah satu fokus utama pemerintah Indonesia pada musim haji 2026, seiring meningkatnya jumlah jamaah lansia dan kompleksitas layanan haji di Arab Saudi. []

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda