Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mardani Ali Sera, Anggota DPR, Desak Pemerintah Batalkan Konser Bocelli

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:17 WIB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:17 WIB

100 Views ㅤ

Forum Group Discussion (FGD) di Ruang Diplomasi Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026. (Foto: MINA/Afta)

Jakarta, MINA — Anggota Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia DPR RI, Mardani Ali Sera, mendesak pemerintah untuk membatalkan rencana konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia.

Desakan ini disampaikan untuk menjaga konsistensi sikap dan komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Mardani saat menerima audiensi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama elemen masyarakat sipil dan pejuang kemanusiaan, dalam Forum Group Discussion (FGD) di Ruang Diplomasi Badan Kerja Sama Antarparlemen (BKSAP) DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/10).

Mardani mengapresiasi langkah MUI dan elemen masyarakat sipil yang proaktif menyampaikan aspirasi terkait penolakan konser tersebut.

Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani

“Dalam pertemuan forum ini kita dengan tegas menolak konser Andrea Bocelli karena keterlibatannya mendukung Israel,” ujarnya.

Forum ini juga  mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menyuarakan kemerdekana Palestina, lanjutnya.

Penolakan didasari atas dokumen rekam jejak tahun 2010 yang menunjukkan keterlibatan Andrea Bocelli dalam aksi penggalangan dana yang diselenggarakan oleh Friends of Israel Defense Forces (FIDF) untuk mendukung tentara Zionis.

“Pemerintah beserta seluruh jajarannya perlu mempertimbangkan aspirasi dari masyarakat. Kita tahu pemerintah dan Presiden kita amat sangat mendukung kemerdekaan Palestina,” ujar Mardani.

Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza

Bertentangan dengan Amanat Konstitusi

Anggota Komisi II DPR ini menegaskan bahwa memberi ruang bagi figur atau seniman yang mendukung militer Israel, yang hingga saat ini masih melakukan tindakan genosida di Palestina, sangat bertentangan dengan amanat konstitusi Indonesia yang menolak segala bentuk penjajahan.

Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, opsi terbaik bagi pemerintah adalah membatalkan gelaran konser atau menuntut pernyataan sikap resmi dari sang musisi sebelum tampil di Indonesia.

“Sebaiknya dibatalkan, atau ada pernyataan langsung dari Andrea Bocelli bahwa dia menyesal dan tidak akan mendukung Zionis lagi, dan akan mendukung kemerdekaan Palestina” tegasnya.

Baca Juga: Ahmad Shobri Lubis, Ketua PA 212: Gaza Tetap Teguh, Palestina Segera Merdeka

MUI: Kekecewaan Mendalam atas Izin yang Diterbitkan

Sementara itu, MUI secara tegas menyampaikan rasa kekecewaan dan penyesalan mendalam atas keputusan pemerintah yang tetap memberikan izin penyelenggaraan konser Bocelli di Indonesia.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, mendesak pihak kepolisian, khususnya Kapolri, untuk meninjau ulang dan mencabut izin konser tersebut.

Menurutnya, penolakan ini bukan didasarkan pada kualitas seni atau karya musik sang penyanyi, melainkan rekam jejak digital yang tidak terbantahkan terkait keterlibatan Andrea Bocelli dalam acara penggalangan dana untuk tentara Israel (IDF) pada 2010 lalu.

Baca Juga: Ketua PP Wanita Islam: Dari Monas Kita Ketuk Pintu Langit untuk Kemerdekaan Palestina

Seruan Aksi Damai dan Bendera Setengah Tiang

Kendati izin telah diterbitkan dan pihak promotor memastikan rangkaian tur dunia bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour tetap berjalan, MUI berharap masih ada ruang bagi Kapolri untuk merenungkan kembali keputusan tersebut.

Prof. Sudarnoto mengingatkan bahwa pengabaian terhadap aspirasi umat Islam dan elemen masyarakat luas berpotensi memicu gelombang protes yang lebih besar.

Sebagai bentuk simbolik penolakan dan rasa duka mendalam, MUI menyerukan kepada masyarakat untuk melakukan aksi damai yang terukur, mulai dari pemasangan bendera setengah tiang, baik bendera Merah Putih maupun bendera Palestina secara berdampingan, serta pemasangan baliho penolakan di berbagai titik strategis.

Baca Juga: Orasi Herman Budianto, Alumni Global Sumud Flotilla: Untuk Apa di Sini? Untuk Mendukung Palestina!

MUI berharap pemerintah dan aparat kepolisian dapat lebih peka terhadap aspirasi publik serta menunjukkan keberpihakan yang nyata terhadap penindasan yang dialami rakyat Palestina, dan tidak memberikan panggung kepada pihak-pihak yang terafiliasi dengan kekuatan militer penjajah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Annisa Theresia dan Maqdisy Talent Semarakkan Pembukaan BSP 2026

Rekomendasi untuk Anda