Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Jumat: Puasa dan Taqwa  

Redaksi Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 19 Februari 2026 - 10:32 WIB

Kamis, 19 Februari 2026 - 10:32 WIB

294 Views

Khutbah Jumat (foto: dok MINA)

OleImaam Yakhsyallah Mansur

Khutbah Jumat pada kesempatan kali ini berjudul: Puasa dan Taqwa.

Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali Rahimahullah, dalam karya spiritualnya yang agung Minhajul ‘Abidin menjelaskan, taqwa adalah jalan menuju rahmat, ampunan dan ridha Allah Ta’ala.

Taqwa menjadi cahaya yang menuntun langkah seorang hamba di tengah gelapnya fitnah kehidupan dunia. Ia adalah jalan hidup yang menjaga hati agar tetap lurus, menyelamatkan jiwa dari maksiat dan dosa, agar manusia selamat dan bahagia dalam ridha dan rahmat Allah Ta’ala.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Ramadhan dan Al-Qur’an, Cahaya yang Menyinari Jiwa

Al-Ghazali menyebutkan, ada 12 keutamaan taqwa yang bisa diraih oleh seorang hamba. Selengkapnya silakan simak teks khutbah berikut:

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم

Khutbah ke-1:

إنَّ الـحَمْدَ لِلّٰهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه، اللّٰهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الْقِيَامَة، مَاشَاءَ اللَّهُ كَانَ، وَمَالَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ، لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللّٰهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أيُّهَا الإِخْوَة أوْصُيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي اْلقُرْانِ اْلكَرِيمْ : أَعُوذُ بِاللَّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ.  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَقَالَ الَنَّبِيُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ .فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللّٰهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ، وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Baca Juga: Khutbah Jumat: Puasa Ramadhan Membentuk Ketaqwaan Pribadi dan Sosial

Marilah kita pelihara dan tingkatkan taqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar takwa. Bertaqwalah kepada Allah Ta’ala di manapun engkau berada, dalam keadaan sendiri atau bersama-sama, dalam keadaan sempit, atapun lapang dan leluasa, karena takwa adalah jalan yang akan menjaga jiwa, menuntun langkah, dan menyelamatkan hidup kita di dunia hingga akhirat.

Ma’asyiral Muslimin, hafidzakumullah

Pada kesempatan khutbah Jumat ini, marilah kita merenungkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surah Al-Baqarah [2] ayat ke-183 yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (البقرة [٢]: ١٧٣)

Baca Juga: Khutbah Gerhana Bulan: Kebesaran Allah dan Ketaqwaan Manusia

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu semua berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.”

Dalam tafsir ringkas Kementerian Agama RI dijelaskan, bahwa ayat di atas diawali dengan iman, di tengahnya ada perintah puasa dan diakhiri dengan takwa. Artinya bahwa, dalam melaksanakan perintah puasa, haruslah didasari dengan iman, agar mampu mencapai derajat yang mulia, yaitu taqwa.

Jika seseorang menunaikan puasa Ramadhan dengan dasar iman, maka tidak akan merasa berat menjalaninya. Iman akan menuntun seseorang menunaikan ibadah dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan karena berkesempatan menunaikan perintah dari Allah, Dzat Yang Maharahman.

Puasa Ramadhan tidak sekadar ibadah ritual semata, tidak hanya menahan diri dari makan, minum dan berjima’ saja. Akan tetapi, juga menahan diri dari melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang dapat mengurangi bahkan membatalkan pahala puasanya.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Hubungan Puasa Ramadhan dan Jihad Pembebasan Al-Aqsa

Ulama sekaligus pakar Bahasa Arab, Imam Sibawaih Rahimahullah menjelaskan, lafadz لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ artinya adalah harapan, sekaligus bentuk kasih sayang Allah Ta’ala kepada manusia agar mereka mampu mencapai derajat mulia, yakni taqwa.

Meski demikian, taqwa adalah predikat yang tidak didapat hanya dengan berpangku tangan saja. Taqwa bukan gelar yang diberikan cuma-cuma. Takwa adalah gelar mulia yang harus diupayakan, diusahakan dengan kesungguhan, dengan niat tulus, dengan terus-menerus (konsisten) berusaha mengimplementasikan nilai-nilai pusa, dalam kehidupan sehari-hari.

Ma’asyiral Muslimin, hafidzakumullah

Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali Rahimahullah, dalam karya spiritualnya yang agung Minhajul ‘Abidin menjelaskan, taqwa adalah jalan menuju rahmat, ampunan dan ridha Allah Ta’ala.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Puasa dan Tazkiyatun Nafs

Taqwa menjadi cahaya yang menuntun langkah seorang hamba di tengah gelapnya fitnah kehidupan dunia. Ia adalah jalan hidup yang menjaga hati agar tetap lurus, menyelamatkan jiwa dari maksiat dan dosa, agar manusia selamat dan bahagia dalam ridha dan rahmat Allah Ta’ala.

Al-Ghazali menyebutkan, ada 12 keutamaan taqwa yang bisa diraih oleh seorang hamba, yaitu:
Pertama, Orang Bertaqwa Mendapat Pujian dan Sanjungan Allah Ta’ala, Hal itu disebutkan dalam firman-Nya:

وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ (ال عمران [٣]: ١٨٦)

Jika kalian bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang mulia dan utama.” (QS Ali Imran: 186)

Baca Juga: Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Ramadhan

Allah Ta’ala memuji orang-orang yang memadukan sabar dan taqwa. Taqwa merupakan bukti kemuliaan jiwa yang membuat seorang hamba layak mendapatkan sanjungan dari Rabb-nya.

Kedua, Orang Bertaqwa Dijaga dan Dilindungi Allah Ta’ala, sebagaimana firman-Nya:

وَإِن تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا (ال عمران [٣]:١٢٠)

“Jika kalian bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka tidak akan membahayakan kalian sedikit pun.” (QS Ali Imran: 120)

Baca Juga: Khutbah Jumat: Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan

Orang bertaqwa hidup dalam penjagaan Allah Ta’ala. Meski di mata manusia, ia mungkin terlihat lemah dan kalah, namun Allah Ta’ala menjamin, ia akan mendapat perlindungan dan keamanan dari segala mara bahaya, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung dan penolong.

Ketiga, Orang Bertaqwa bersama Allah Ta’ala, Dia berfirman:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ(النحل [١٦]:١٢٨)

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat ihsan.” (QS An-Nahl [16]: 128)

Baca Juga: Khutbah Jumat: Bulan Sya’ban, Jalan Menuju Cahaya Ramadhan

Taqwa menghadirkan ma’iyyah Allah Ta’ala, yaitu kebersamaan khusus dari-Nya. Bila Allah Ta’ala bersama seorang hamba, maka ia akan kuat menghadapi ujian, ditolong dalam kesulitan, dan tidak dibiarkan sendirian.

Keempat, Orang Bertaqwa Diberi Jalan Keluar dan Rizki Tak Terduga, Hal itu disebut dalam ayat-Nya:

…،وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ… (الطلاق [٦٥]: ٢ــ٣)

“Barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq [65]: 2–3)

Baca Juga: Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Ramadhan dengan Gembira

Taqwa bukan hanya menjadi sebab pertolongan di akhirat, tetapi juga dalam kehidupan dunia. Orang bertaqwa mungkin diuji, tetapi ia tidak akan pernah ditelantarkan oleh Rabbnya.

Kelima, dan Keenam, Orang Bertaqwa Diperbaiki Amal-Amalnya dan diampuni dosa-dosanya, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ ,…(الاحزاب [٣٣]: ٧١)

“Niscaya Dia (Allah) akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu,…” (QS Al Ahzab [33]: 71)

Baca Juga: Khutbah Jumat: Momentum Sya’ban, Mempersiapkan Jasmani dan Rohani Menuju Bulan Ramadhan  

Ayat di atas menegaskan bahwa ketakwaan membuat Allah Ta’ala memperbaiki kualitas amal seorang hamba serta menghapus dosa-dosanya sebagai bentuk rahmat dan balasan atas ketaatan yang ia lakukan.

Ketujuh, Orang Bertaqwa Mendapatkan Cinta Allah Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya

…إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ (التوبة [٩]: ٤)

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaqwa.”
(QS. At-Taubah: 4)

Orang yang dicintai Allah Ta’ala, maka ia akan senantiasa dibimbing dalam langkahnya, ditenangkan hatinya, serta dibukakan baginya pintu-pintu kebaikan dan keberkahan.

Kedelapan, Orang Bertaqwa Diterima Amal-Amalnya, Allah Ta’ala berfirman:

…إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ (المائدة [٥]: ٢٧)

“Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertaqwa.”(QS. Al-Ma’idah [5]: 27)

Imam Al-Ghazali mengingatkan, ibadah tanpa taqwa hanyalah gerakan kosong. Maka, taqwa adalah ruh yang menghidupkan ibadah dan amal shaleh seseorang.

Kesembilan, Orang Bertaqwa Mendapat Kemuliaan, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya:

…إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ… (الحخرات [٤٩]: ١٣)

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al-Hujurat [49]: 13)

Taqwa mengangkat manusia dari kehinaan karena hawa nafsu, menuju kemuliaan sejati di sisi Allah Ta’ala. Taqwa menjadikan seseorang mulia, meskipun tak dikenal manusia.

Kesepuluh, Orang Bertaqwa Mendapat Kabar Gembira saat wafat, Allah Ta’ala berfirman:

لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ،… (يونس [١٠]: ٦٤)

 “Bagi mereka kabar gembira di kehidupan dunia dan di akhirat….” (QS Yunus [10]: 63–64)

Orang bertaqwa tidak meninggal dalam ketakutan, tetapi ia mendapat kabar gembira. Malaikat menyambut mereka dengan janji surga.

Kesebelas, Orang Bertaqwa Selamat dari Siksa Neraka, sebagaimana firman-Nya:

ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوا،… (مريم [١٩]: ٧٢)

“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Maryam [19]: 72)

Taqwa adalah penyelamat di hari yang dahsyat. Saat semua manusia berada dalam ketakutan, Allah Ta’ala menjadikan taqwa sebagai sebab keselamatan dari api neraka.

Kedua Belas, Orang Bertaqwa Kekal di Dalam Surga,

وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (ال عمران [٣]:١٣٣)

“Dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Ali Imran [3]: 133)

Semoga dengan puasa Ramadhan yang kita tunaikan, mampu mengantarkan kita meraih derajat taqwa sehingga kita mampu merengkuh keutamaan-keutamaannya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَٰذَا وَأَسْتَغْفِرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ . اِنَّهٗ هُوَ الْبَرُّ الرَّحِيْمِ.

Khutbah ke-2

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ اَمَرَنَا بِلُزُوْمِ اْلجَمَاعَةِ، وَنَهَانَا عَنِ اْلاِخْتِلَافِ وَالتَفَرُّقَةِ، وَاْلصَّلَاةُ وَالسَّلآ مُ عَلٰى نَبِيِّ الرَّحْمَةِ، وَعَلٰى اٰلِهِ وَاَصْحَا بِهِ هُدَاةِ اْلاُمَّةِ، أَمَّا بَعْدُ. فَيَآيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ، إِنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ قُدْسِهِ، وَثَلَّثَ بِكُمْ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ مِنْ جِنِّهِ وَإِنْسِهِ. فَقَالَ اللهُ تَعاَلَى أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الَّشيْطَانِ الرَّجِيْم  ،إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَٰهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، اَللّٰهُمَّ احْيِى الْمُسْلِمِيْنَ وَاِمَامَهُمْ بِجَمَاعَةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَيْ حِزْبِ اللّٰهِ حَيَاةً كَامِلَةً طَيِّبَةً وَارْزُقْهُمْ قُوَّةً غَالِبَةً عَلَى كُلِّ بَاطِلٍ وَظَالِمٍ وَفَاحِشٍ وَمُنْكَرٍ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ . اللّٰهُمَّ انْصُرْ اِخْوَانَنَآ المُجَا هِدِيْنَ فِى فِلِسْطِيْنِ وَفِى كُلِّ مَكَانٍ .اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ آْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَاهَذَا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً، يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ- وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Mi’raj News Agency (MINA)

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat