Riyadh, MINA– Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman yang dipimpin Arab Saudi memperingatkan kelompok Houthi agar menghentikan serangan terhadap warga sipil dan fasilitas sipil di Saudi. Peringatan itu disampaikan juru bicara koalisi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, dalam konferensi pers di Riyadh, Kamis (15/10) malam.
Al-Malki menyebut serangan Houthi ke bandara-bandara di Saudi, termasuk Bandara Abha, telah menewaskan 19 orang dan melukai 364 lainnya. Sebanyak 17 orang tewas dan lebih dari 330 luka terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, yang menurut koalisi diserang 20 kali sejak 1 Oktober.
Koalisi juga mencatat Houthi meluncurkan 1.104 rudal dan 1.135 pesawat nirawak ke Saudi sejak operasi dimulai. Arabnews melaporkan.
Sebagai balasan, koalisi mengklaim menghancurkan 127 fasilitas penyimpanan senjata di kawasan pegunungan Sanaa, Saada, dan Amran, serta sejumlah landasan peluncuran.
Baca Juga: Irak Luncurkan Satelit Stasiun Bumi Pertama di Baghdad, Menuju Kedaulatan Digital
Al-Malki memperlihatkan rekaman serangan udara terhadap peluncur rudal balistik dan gudang senjata, dan menyatakan koalisi menggagalkan rencana peluncuran rudal balistik lain ke wilayah Saudi. Ia menegaskan koalisi tetap mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional beserta angkatan bersenjatanya.
Al-Malki juga mengatakan Houthi memperoleh teknologi canggih dengan bantuan pihak regional, tanpa menyebut pihak yang dimaksud. Ia menilai upaya Houthi menargetkan dua masjid suci sebagai tindakan keji dan menyebut serangan terhadap bandara membahayakan lalu lintas udara internasional serta penumpang dari berbagai negara.
Houthi sebelumnya menyatakan menyerang Saudi karena dukungan kerajaan itu kepada pasukan pemerintah Yaman dan blokade terhadap wilayah yang mereka kuasai. Pernyataan resmi Houthi atas konferensi pers koalisi belum ditemukan hingga berita ini disusun.
Serangan itu berdampak pada penerbangan. Bandara King Khalid ditutup hingga 17 Oktober 2026, sementara Kedutaan Besar RI di Riyadh mengonfirmasi dua warga negara Indonesia mengalami luka ringan akibat serangan pada Ahad (11/10). []
Baca Juga: Iran Tunjuk Menteri Pertahanan Baru di Tengah Ancaman Konfrontasi AS-Israel
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic