New York, MINA – Rapper asal Amerika Serikat (AS), Macklemore mengaku sembilan gedung konser besar di negaranya menolak menjadi tuan rumah tur penggalangan dana bertajuk “Free Palestine”. Pengakuan itu ia sampaikan lewat unggahan Instagram pada Jumat (6/11).
Menurut Macklemore, penolakan datang dari gedung-gedung konser ternama, antara lain Madison Square Garden dan Barclays Center di New York, serta Crypto.com Arena, Intuit Dome, dan Kia Forum di Los Angeles.
Penolakan juga datang dari UBS Arena, Prudential Center, Chase Center di San Francisco, dan Climate Pledge Arena di Seattle.
Ia menyebut sejumlah gedung semula menyediakan tanggal kosong hingga akhir tahun. Namun, jadwal itu mendadak dibatalkan setelah pengelola tahu konser tersebut merupakan acara amal untuk Palestina. Macklemore juga menyebut ada tekanan berupa intimidasi, manipulasi, dan pembungkaman terhadap seniman.
Baca Juga: Kandidat Presiden Prancis Janji Tangkap Netanyahu Jika Terpilih
Pihak Madison Square Garden menepis tudingan itu. Juru bicara MSG Entertainment kepada TMZ menyebut gedung mereka sangat padat dengan ketersediaan jadwal terbatas, dan menilai Macklemore belum termasuk artis yang layak mengisi gedung sebesar itu. Pengelola gedung lainnya belum menyampaikan tanggapan.
Sebelumnya, Macklemore menggelar tur “Free Palestine” di Dublin, London, dan Paris pada Oktober. Kritikus The Guardian, Alexis Petridis, memuji pertunjukan itu sebagai sebuah kemenangan.
Tur tersebut digelar setelah Macklemore dicoret dari tur AS milik Ed Sheeran pada awal September karena pidatonya di atas panggung yang membela Palestina. Empat pembuka lain dan band pengiring Sheeran lalu mundur sebagai bentuk solidaritas.
Meski ditolak, Macklemore menegaskan perjuangannya belum berhenti. Ia menyatakan akan membangun panggung sendiri dan berjanji akan ada lebih banyak konser untuk Palestina. Ia juga menyebut arus politik di AS mulai berbalik, dengan merujuk kemenangan Abdul El-Sayed dalam pemilihan Senat di Michigan.
Konser untuk Palestina juga digelar musisi lain di AS. Band Turnstile, misalnya, menggelar konser gratis di Washington Monument pada 24 Oktober untuk menggalang bantuan bagi Palestina, Sudan, dan Lebanon. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis HAM Bawa Bukti Dugaan Kejahatan ke ICC, Desak Surat Penangkapan Trump dan Pejabat AS
















Mina Indonesia
Mina Arabic