Washington, MINA – Lebih dari 200 personel militer Amerika Serikat mengajukan keluhan resmi kepada organisasi pengawas karena beberapa komandan militer diduga menyampaikan narasi religius ekstrem yang mengaitkan perang melawan Iran dengan “rencana Tuhan” dan akhir zaman.
Dalam pengaduan yang diterima oleh Military Religious Freedom Foundation, seorang perwira non-komisioning (NCO) menulis bahwa komandan mereka mengatakan bahwa konflik di Iran adalah bagian dari “rencana Tuhan” dan bahwa Presiden Donald Trump telah “diurapi/disucikan oleh Yesus” untuk memicu konflik besar yang akan menjadi tanda “Armageddon — akhir zaman menurut Kitab Wahyu”. Mengutip Quds News Network, Rabu (4/3).
“Dia mendorong kami untuk memberi tahu pasukan bahwa perang ini adalah ‘bagian dari rencana Tuhan’, dan dia secara khusus merujuk pada sejumlah ayat dari Kitab Wahyu tentang Armageddon dan kembalinya Yesus Kristus,” tulis NCO tersebut dalam pengaduannya.
Keluhan ini datang dari lebih dari 50 unit militer di lebih dari 30 pangkalan militer AS, dan mencakup personel dari berbagai cabang Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Marinir, maupun Space Force. Banyak dari mereka merasa terganggu oleh penggunaan istilah keagamaan untuk membenarkan tujuan perang.
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
MRFF, yang fokus pada kebebasan beragama di lingkungan militer AS, menyatakan bahwa narasi semacam itu bertentangan dengan prinsip dasar separation of church and state (pemisahan agama dan negara) dalam konstitusi AS. Organisasi ini juga khawatir tentang dampaknya terhadap moral dan kohesi unit di tengah konflik yang makin memanas.
Sejauh ini, pihak militer AS belum memberikan tanggapan resmi terkait isi pengaduan tersebut.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak
















Mina Indonesia
Mina Arabic