Konferensi Rakyat Palestina di Luar Negeri : Batalkan Aneksasi

Beirut, MINA – Konferensi Rakyat Palestina di luar negeri pada Senin (1/6) melancarkan kampanye untuk membatalkan rencana aneksasi Israel.

Konferensi melalui aplikasi Zoom, diikuti berbagai unsur elit politik, media, dan parlemen. Quds Press melaporkan.

Eng Hisham Abu Mahfouz, Wakil Sekretaris Jenderal Konferensi Rakyat untuk Palestina di luar negeri, mengatakan bahwa pendudukan mengambil keuntungan dari kondisi regional dan internasional, yang bertepatan dengan pandemi Corona, untuk mengimplementasikan rencananya terhadap Palestina di Yerusalem dan wilayah Palestina.

“Terutama yang terakhir adalah keputusan untuk mencaplok bagian dari Tepi Barat dan Lembah Yordania, dengan restu Amerika Serikat,” ujar Abu Mahfouz.

Dia menegaskan pentingnya menghadapi Israel dengan menyatukan upaya Palestina, Arab dan Islam, dan semua orang yang mendukung hak Palestina.

Ia menekankan kembali sikap mempertahankan Tepi Barat yang diduduki, serta setiap inci Palestina dan tanah Arab.

Abu Mahfouz juga menyerukan posisi Arab, Islam dan internasional yang jelas dalam menolak rencana aneksasi ini.

Dia menyeru Otoritas Palestina untuk mengakhiri perjanjian Oslo yang menghancurkan, menghentikan koordinasi keamanan dengan pendudukan dan mematuhi pilihan rakyat Palestina untuk menentang pendudukan.

Pada kesempatan sama, profesor ilmu politik, Abdul Sattar Qasim, menekankan perlunya lingkungan yang benar untuk membatalkan keputusan aneksasi, tidak bisa di media saja.

Dia memperingatkan adanya beberapa penurunan serius dalam budaya nasional Palestina, yang menyebabkan mundurnya perjuangan Palestina.

Dia juga mengatakan perlunya menumbuhkan kemandirian semua bidang, dari desa hingga kota, untuk dapat mengelola urusan sehari-hari dan sipil masyarakat.

“Kita seharusnya mengikuti kebijakan kemandirian, dalam menghadapi pemotongan pajak yang dikendalikan oleh pendudukan,” ujarnya.

Dia menambahkan perlunya meningkatkan populasi di Lembah Jordan, untuk mengekang ambisi pendudukan di wilayah ini, serta memberikn bantuan keuangan untuk para petani membangun wilayah itu.

Ia juga mendesak rekonsiliasi lebih erat di atas fondasi yang dimiliki oleh semua unsur perjuangan, termasuk gerakan Hamas, Jihad Islam, komite perlawanan rakyat dan lainnya. (T/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)