Korban Ledakan Beirut, 70 Tewas, 3.000 Terluka

Beirut, MINA – Dua buah ledakan besar mengguncang Beirut pada Selasa malam (4/8), menghancurkan pelabuhan kota, merusak gedung-gedung di ibukota.

Laporan sementara,  lebih dari 70 orang tewas dan 3.000 lainnya luka-luka, dengan mayat-mayat terkubur di reruntuhan, kata pejabat setempat. KABC TV melaporkan.

Ledakan itu menghantam setara dengan kekuatan gempa berkekuatan 3,5, menurut pusat geosains Jerman GFZ.

Suara ledakan terdengar dan terasa hingga ke Siprus, lebih dari 200 kilometer (180 mil) melintasi Mediterania.

Beberapa jam kemudian, ambulans datang dari sekitar Lebanon membawa korban terluka ke rumah sakit terdekat.

Blok di sekitar pelabuhan, dipenuhi mobil-mobil terbalik dan puing-puing bangunan yang hancur berserakan. Helikopter militer membantu mengatasi kebakaran yang berkobar di pelabuhan Beirut.

Penyebab ledakan belum diketahui, tetapi laporan awal menunjukkan kebakaran telah meledakkan gudang di pelabuhan.

Abbas Ibrahim, Lepala Keamanan Umum Lebanon, mengatakan itu mungkin disebabkan oleh bahan peledak yang disita dari sebuah kapal beberapa waktu lalu dan disimpan di pelabuhan.

Saluran televisi lokal LBC melaporkan, bahan itu adalah natrium nitrat.

Saksi mata melaporkan, melihat awan berwarna oranye aneh mengangkasa seperti yang muncul ketika gas nitrogen dioksida beracun dilepaskan setelah ledakan nitrat. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)