Krisis Keuangan, Abbas Pecat Semua Penasihatnya

Ramallah, MINA – Presiden Palestina Mahmoud Abbas memecat semua penasihatnya, sumber dari kantornya mengatakan pada Senin (19/8), di tengah krisis keuangan yang melanda Tepi Barat yang diduduki dan mendorong pemotongan gaji besar-besaran.

Namun, Kantor Kepresidenan Palestina tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang jumlah penasihat yang dipecat, hanya menunjuk pada pernyataan singkat yang dikeluarkan melalui kantor berita resmi Palestina WAFA.

Langkah ini dilakukan di tengah krisis pengeluaran menyusul keputusan Israel pada Februari lalu untuk menahan sekitar 10 juta dolar AS per bulan dalam transfer pajak milik Otoritas Palestina (PA), demikian Nahar Net melaporkan.

Israel mengumpulkan sekitar 190 juta dolar AS sebulan dalam bea cukai yang dikenakan pada barang-barang yang ditujukan untuk pasar Palestina yang transit melalui pelabuhannya.

Uang ini kemudian seharusnya ditransfer ke pemerintah Palestina.

Jumlah yang dikurangkan sebesar 138 juta dolar AS untuk tahun ini, sesuai dengan apa yang dikatakan Israel bahwa PA membayar konpensasi kepada para tahanan yang ditahan di penjara-penjara Israel atau keluarga mereka pada tahun 2018.

Tahanan yang telah melakukan serangan terhadap warga Israel adalah di antara mereka yang menerima pembayaran konpensasi. Israel mengatakan bahwa kebijakan PA itu mendorong kekerasan lebih lanjut terhadap Israel.

Palestina memandang tahanan itu sebagai orang yang berperang melawan pendudukan Israel dan dana itu mendukung keluarga yang kehilangan pencari nafkah utama.

Abbas telah menuduh Israel melakukan pemerasan dan menolak mengambil transfer pajak, yang merupakan 65 persen dari pendapatan PA.

PA telah memotong gaji sebagian besar dari puluhan ribu karyawannya hingga setengahnya agar pemerintah tetap bertahan.

Di atas sengketa pajak, Amerika Serikat juga telah memotong ratusan juta dolar bantuan kepada Palestina melalui berbagai program. (T/RI-1/RS3)

Mi’raj News Agency (MINA)