Jakarta. MINA – Kualitas udara di wilayah Jakarta pada Selasa (14/4) pagi terpantau berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Data tersebut berdasarkan pemantauan dari IQAir yang diperbarui pada pukul 05.00 WIB.
Dalam laporan tersebut, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta tercatat berada di angka 105, yang menunjukkan kondisi tidak sehat terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan riwayat penyakit pernapasan.
Sementara itu, dalam pembaruan data lainnya, IQAir juga mencatat angka yang lebih tinggi, yakni pada poin 142 dengan konsentrasi partikel halus PM2,5 mencapai 52 mikrogram per meter kubik. Angka ini diketahui melampaui hingga 10,4 kali lipat dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh World Health Organization.
Partikel PM2,5 merupakan polutan udara berukuran sangat kecil, yakni kurang dari 2,5 mikron, yang terdiri dari debu, asap, dan jelaga. Karena ukurannya yang sangat halus, partikel ini dapat dengan mudah masuk ke dalam saluran pernapasan hingga ke paru-paru, bahkan aliran darah.
Baca Juga: Jakarta Cerah Berawan Selasa Ini, Berpotensi Hujan Ringan di Sore Hari
Paparan jangka panjang terhadap PM2,5 diketahui berisiko menyebabkan berbagai gangguan kesehatan serius, termasuk penyakit jantung, gangguan paru-paru kronis, hingga meningkatkan risiko kematian dini, khususnya pada kelompok rentan.
Seiring dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Kelompok sensitif disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta membatasi aktivitas di luar rumah.
Selain itu, warga juga dianjurkan untuk menutup jendela guna mencegah masuknya udara tercemar ke dalam ruangan, serta menggunakan alat penyaring udara (air purifier) guna menjaga kualitas udara di dalam rumah tetap bersih.
Pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi dalam menjaga kualitas lingkungan, termasuk dengan mengurangi sumber polusi udara, demi kesehatan bersama. []
Baca Juga: Komdigi Beri Batas Waktu Platform Digital Patuhi PP TUNAS, YouTube dan TikTok Disorot
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic