Kairo, MINA – Liga Arab menegaskan penolakannya terhadap berbagai upaya yang dinilai bertujuan mengubah realitas geografis dan demografis wilayah Palestina dengan pemindahan paksa warganya.
Sikap tersebut disampaikan dalam pertemuan para menteri luar negeri negara-negara Arab baru-baru ini yang membahas perkembangan terbaru di Palestina, Asharq Al-Awsat melaporkan.
Liga Arab menekankan bahwa setiap upaya pemindahan warga Palestina maupun perubahan komposisi penduduk di wilayah pendudukan tidak dapat diterima. Para menteri luar negeri Arab juga menyerukan langkah internasional untuk memberikan perlindungan kepada warga Palestina.
Dalam pernyataannya, negara-negara Arab menolak segala bentuk pemindahan paksa warga Palestina, baik di dalam maupun keluar wilayah Palestina. Mereka juga menegaskan pentingnya mempertahankan keberadaan dan hak-hak warga Palestina di tanah mereka.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Sikap tersebut mencakup penolakan terhadap perubahan komposisi demografis wilayah Palestina yang dilakukan secara sepihak. Liga Arab sebelumnya juga menegaskan bahwa Jalur Gaza merupakan bagian integral dari wilayah Negara Palestina bersama Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
Penolakan itu disampaikan ketika situasi di Tepi Barat dan Gaza masih menjadi perhatian internasional. Sejumlah laporan terbaru juga menyoroti perluasan permukiman Israel dan berbagai tindakan yang berpotensi semakin mengubah kondisi di lapangan.
Liga Arab menyerukan agar masyarakat internasional mengambil langkah untuk melindungi warga Palestina serta mempertahankan prinsip-prinsip hukum internasional.
Pernyataan tersebut menegaskan kembali posisi negara-negara Arab bahwa penyelesaian persoalan Palestina perlu mempertimbangkan hak rakyat Palestina atas wilayah dan masa depan politik mereka. []
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic