Lima Pesepakbola Muslim Berstatus Bintang di Piala Dunia 2018

Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Rusia menghadirkan banyak kejutan. Kegagalan sejumlah negara besar tampil di Rusia berdampak pada ‘nganggur’nya sejumlah nama beken seperti Gareth Bale, Arjen Robben, Pierre-Emerick Aubameyang, Giorgino Chiellini, Leonardo Bonucci, hingga Gianluigi Buffon.

Kejutan lainnya adalah Opening Ceremony Piala Dunia 2018 yang akan dilaksanakan pada Kamis (14/6) esok di Rusia atau bertepatan dengan momen Hari Raya Idul Fitri 1439 H. Saat umat muslim di seluruh sedang asyik menikmati hari libur bersama keluarga di rumah, setidaknya ada 154 pesepakbola muslim yang harus merayakannya di Rusia.

Dari total 154 pesebakbola muslim, beberapa di antaranya berstatus bintang di negaranya masing-masing. Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency) merangkum setidaknya ada lima pesebakbola muslim berstatus bintang yang akan beraksi di Piala Dunia 2018 nanti. Berikut di antaranya:

Mo Salah

Namanya sudah tak asing lagi bagi penggemar sepak bola di seantero dunia. Namanya benar-benar sedang membumbung tinggi. Pesepakbola muslim berusia 25 tahun ini dikenal sebagai muslim yang taat. Awal karir perjalanannya di dunia sepak bola bisa dikatakan tak terlalu mulus.

Mo Salah pertama kali dikenal publik internasional ketika memperkuat salah satu klub elit Liga Italia, Fiorentina. Saat itu, Mo Salah menjadi salah satu pemain muslim top di negeri Pizza. Semusim kemudian, Roman Abramovich bersama Chelsea-nya datang untuk meminang pemain internasional Mesir itu.

Tak cocok dengan gaya permainan Chelsea, Mo Salah akhirnya dipinjamkan ke AS Roma dengan kesepakatan permanen di akhir musim. Selama berseragam AS Roma, Mo Salah menjadi salah satu ujung tombak paling mematikan di Liga Italia sejajar dengan nama-nama besar lain seperti Gonzalo Higuain, Mauro Icardi, hingga Paulo Dybala.

Karir pesepakbola yang memiliki nama lengkap Mohamed Salah Ghaly kelahiran 15 Juni itu semakin mengilap ketika memutuskan untuk kembali ke negeri Elizabeth. Bukan bersama Chelsea, melainkan untuk memperkuat Liverpool yang saat itu baru saja ditinggalkan salah satu pemain top mereka, Philip Coutinho.

Baru semusim di Liverpool, Mo Salah langsung menjadi andalan Jurgen Kloop untuk mengisi lubang lebar yang ditinggalkan Coutinho. Terbukti, musim debutnya dilalui dengan menjadi top skorer Liga Premier Inggris mengalahkan langganan top skorer macam Sergio Aguero, Jamie Vardy hingga Harry Kane.

Sempat membawa Liverpool ke puncak klasemen membuat nama Mo Salah mengubah pandangan masyarakat Liverpool tentang Islam. Bahkan, di media sosial sejumlah fans Liverpool siap menjadi muslim jika Mo Salah tampil apik dan berhasil menyarangkan si kulit bundar ke gawang lawan.

Sempat diragukan tampil di Piala Dunia 2018 akibat cedera yang didapatnya saat berbenturan dengan kapten Real Madrid pada final Liga Champion di Kyev beberapa waktu lalu, kini Mo Salah dipastikan akan tampil bersama rekan-rekannya untuk membela timnas Mesir seiring perkembangan cedera bahunya yang semakin membaik.

Mesut Ozil

Mesut Ozil bukanlah nama baru di Piala Dunia. Sejak pertama kali namanya muncul di permukaan saat ia tampil apik di Piala Eropa 2008 lalu, Ozil menjadi langganan timnas Jerman. Meski tak membawa Jerman menjadi kampiun di Piala Eropa 2008 lalu, Mesut Ozil yang saat itu masih berusia 20 tahun menjadi salah satu pemain muda menjanjikan.

Penampilan apiknya di Piala Eropa 2008 mengundang minat dari sejumlah klub elit Eropa. Namun akhirnya, pesepakbola muslim berdarah Turki itu lebih memilih untuk merapat ke Real Madrid yang saat itu dinahkodai Jose Mourinho. Mesut Ozil merupakan produk asli akademi Schalke 04 sebelum bergabung ke Werder Bremen (2008-2010).

Setelah tiga tahun membela Los Merengues (julukan Real Madrid), Mesut Ozil akhirnya memilih hengkang ke Liga Premier Inggris bersama Arsenal untuk memperoleh jam bermain lebih banyak.

Enam tahun membela Meriam London, pesona Mesut Ozil tak luntur. Terbukti, pada tahun 2014 lalu, Mesut Ozil berhasil membawa timnas Jerman menjadi kampiun di Piala Dunia Brazil. Kini pesepakbola muslim berusia 29 tahun itu akan kembali unjuk gigi bersama Julian Draxler dkk membela timnas Jerman di Piala Dunia 2018.

Ia pun harus rela menghabiskan libur lebarannya di Rusia.

Paul Pogba

Paul Pogba dikenal sebagai pemain yang banyak gaya. Meski demikian, ia adalah sosok muslim yang taat. Dikutip dari banyak sumber, pemain berusia 25 tahun itu selalu menyempatkan diri untuk menunaikan salat Jumat. Tak jarang, ia sempat beberapa kali terekam kamera tengah memanfaatkan waktu liburnya untuk melaksanakan ibadah umroh.

Nama Paul Pogba pertama kali dikenal luas ketika memutuskan hengkang dari Manchester United (MU) ke Juventus dengan status free transfer (bebas transfer). Namanya semakin berkibar ketika mampu membawa klub asal Turin itu menjadi jawara Serie-A selama tiga tahun berturut-turut. Hebatnya, pemain internasional Perancis itu selalu menjadi pemain terbaik Serie-A.

Namanya kembali mencuri perhatian publik ketika mantan klubnya, MU, mendatangkannya sebagai pemain termahal dunia. Tak kurang dari  86 juta dollar AS dikeluarkan MU untuk mengembalikan produk asli akademinya itu ke Theater of Dream (julukan Old Trafford, markas MU). Meski belum sekalipun membawa MU menjadi kampiun Liga Premier Inggris, Didier Deschamp tetap memanggilnya untuk ikut ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

Sami Khedira

Sama seperti Mesut Ozil, Khedira juga harus menghabiskan waktu lebarannya kali ini di Rusia. Orangtuanya dikenal sebagai imigran asal Tunisia. Sempat menjadi andalan di lini tengah Real Madrid, Khedira harus merelakan posisinya diambil alih Casemiro yang tampil lebih baik.

Nama Khedira dianggap sudah meredup. Namun, Juventus datang dan menjanjikan satu tempat di klub asal Turin itu setelah kehilangan Paul Pogba. Kini gelandang Juventus ini menjadi satu di antara nama pemain yang diunggulkan pelatih Loew di timnas Jerman untuk berlaga di Piala Dunia 2018.

Nabil Fekir

Nabil Fekir memang tak setenar nama-nama di atas. Pesepakbola muslim berusia 25 tahun itu kini menjadi salah satu andalan di lini depan klub Liga Perancis, Lyon. Namanya menjadi sorotan kala klub-klub top Liga Premier Inggris seperti Liverpool dan Arsenal ingin menggunakan jasanya.

Namun, kabar kepastian transfernya dari Lyon ternyata tak pernah terealisasi hingga sekarang.

Kesempatan Fekir untuk menunjukkan kualitas dirinya di turnamen sekelas Piala Dunia sangat terbuka lebar. Pelatih timnas Perancis, Didier Deschamp percaya akan kemampuannya dan membawanya bersama 24 pemain lain ke Rusia. Fekir menjadi satu di antara sederet pesepakbola muslim yang akan merayakan lebaran di Rusia.

Tentu akan menjadi hadiah terindah di lebaran tahun ini jika satu di antara mereka mampu membawa pulang trofi Piala Dunia 2018. Siapa yang akan menjadi juaranya? Kita nantikan saja. (A/R06/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)