Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Macron Sampaikan Tetap Kunjungi Suriah Meski Ada Ledakan Guncang Damaskus

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 7 Juli 2026 - 19:43 WIB

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:43 WIB

18 Views ㅤ

Presiden Prancis Emmanuel Macron (foto: X/Le Monde)

Damaskus, MINA – Presiden Prancis Emmanuel Macron tetap melanjutkan rencana kunjungan kenegaraannya ke Suriah meski ada dua ledakan mengguncang kawasan dekat hotel tempat ia menginap di Damaskus, Selasa (7/7).

Insiden yang melukai sedikitnya 18 orang itu tidak mengganggu agenda diplomatik Macron, yang saat ledakan terjadi sedang berada di Istana Kepresidenan untuk bertemu Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa. SANA melaporkan.

Menurut otoritas Suriah, dua alat peledak rakitan meledak di area antara Kementerian Pariwisata dan Museum Nasional, tidak jauh dari Hotel Four Seasons yang akan menjadi lokasi menginap rombongan Presiden Prancis.

Salah satu bom disembunyikan di tempat sampah, sementara lainnya dipasang di sebuah kendaraan yang terparkir. Aparat keamanan sebelumnya telah berupaya menjinakkan bahan peledak tersebut, namun ledakan terjadi sebelum proses selesai.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Meski demikian, Macron menegaskan kunjungannya tidak akan dihentikan. Dalam pernyataannya, ia menyatakan bahwa aksi kekerasan tidak akan menghalangi harapan rakyat Suriah untuk hidup di negara yang berdaulat, aman, bersatu, dan damai.

Pertemuan bilateral dengan Presiden Ahmed al-Sharaa akan tetap berlangsung sesuai jadwal, termasuk pembahasan mengenai rekonstruksi Suriah, kerja sama ekonomi, dan dukungan Prancis terhadap proses transisi politik di negara tersebut.

Kunjungan Macron memiliki arti penting karena menjadi lawatan pertama seorang kepala negara dari Uni Eropa ke Suriah sejak pemerintahan Bashar al-Assad tumbang pada akhir 2024.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Paris dalam beberapa waktu terakhir aktif mendorong normalisasi hubungan dengan Damaskus, termasuk mendukung pelonggaran sanksi internasional dan membuka peluang investasi untuk membantu pemulihan ekonomi Suriah yang hancur akibat perang berkepanjangan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Rekomendasi untuk Anda