Madu Karunia Allah Sebagai Obat (Oleh: Mustofa Kamal)

Oleh : Mustofa Kamal, Pendakwah Medsos, Alumni Tarbiyah Wustho Lampung

Allah menyebut di dalam madu ada syifa atau obat, yang bisa mengobati semua penyakit badan. Sebagaimana firman-Nya:

ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًۭا ۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌۭ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌۭ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةًۭ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya: “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS -Nahl [16] : 69).

Kalimat فِيهِ شِفَآءٌۭ لِّلنَّاسِ artinya  “Di dalamnya ada obat yang menyembuhkan bagi manusia.”

Kalimat tersebut merupakan informasi penting dari Allah yang dapat manusia ambil sebagia khasanah ilmu.

Ada dua jenis syifa dalam Al-Qur’an. Pertama adalah syifa atau obat penyakit yang ada dalam dada atau obat penyakit batin. Kedua, adalah syifa atau obat penyakit lahir (badan/tubuh). Madu merupakan jenis obat penyakit yang ada dalam badan/tubuh.

Di dalam Kitab Sahihain disebutkan sebuah hadis melalui Hisyam ibnu Urwah, dari ayahnya, dari Siti Aisyah Radhiyallahu Anhu yang telah mengatakan:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُعْجِبُهُ الْحَلْوَاءُ وَالْعَسَلُ

Artinya: “Bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam suka makanan yang manis dan madu.

Demikianlah menurut lafaz yang ada pada Imam Bukhari. Di dalam kitab Sahih Bukhari disebutkan pula sebuah hadis melalui Salim Al-Aftas, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pernah bersabda:

الشِّفَاءُ فِي ثَلَاثَةٍ: فِي شَرْطةِ مِحْجَم، أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ، أَوْ كيَّةٍ بِنَارٍ، وَأَنْهَى أُمَّتِي عَنِ الْكَيِّ

Artinya: “Penyembuhan itu dengan tiga macam cara, yaitu melalui bekam (hijamah), minuman madu, dan setrika dengan api, tetapi aku larang umatku berobat memakai cara setrika.”

Dalam riwayat lain Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda ;

 عَلَيْكُمْ بِالشِّفَاءَيْنِ: الْعَسَلُ وَالْقُرْآنُ

Artinya: “Gunakanlah oleh kalian dua penawar, yaitu madu dan Al-Qur’an. (HR Ibnu Majah dari Abdullah Ibnu Mas’ud).

Dari hadits ini jelas diterangkan bahwa syifa pertama adalah Al-Qur’an sebagai obat batin dan syifa kedua adalah madu untuk obat badan.

Dikisahkan, pernah datang sahabat kepada Rasulullah dan mengadu kalau keluarganya ada yang terkena diare. Rasulullah kemudian menganjurkan untuk memberinya madu, lalu diberi kesembuhan walau tidak sekali minum langsung sembuh.

Imam Ali Radhiyallahu Anhu juga pernah berkata bahwa madu adalah penyembuh segala macam penyakit dan menyuruh orang yang sakit meminum madu.

Begitulah khasiat madu dari sisi syariat. Sedangkan dari tinjauan medis, kandungannya secara lengkap sudh banyak diuraikan oleh para ahlinya. Literaur-literatur ilmiah telah lama membuktikannya.

Maka meminum madu secara teratur juga menjadi sarana ikhtiar kita guna meningkatkan daya tahan tubuh kita. Ini sangat bermanfaat untuk membantu daya imunitas tubuh menghadapi penyakit, termasuk virus corona (Covid-19).

Semoga kita dapat mengambil manfaat dan pelajaran berharga dari firman Allah dan sabda Rasulullah Shallallahu ‘laihi Wasallam tentang khasiat madu ini. Aamiin. (A/mus/RS2/P1).

Mi’raj News Agency (MINA)