Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Intelijen Suriah Loyalis Assad Ditemukan Tewas di Lebanon

Widi Kusnadi Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 24 Desember 2025 - 10:15 WIB

Rabu, 24 Desember 2025 - 10:15 WIB

34 Views

Ghassan al-Sukhni. (Gambar: @syr_television / X)

Beirut, MINA — Seorang mantan perwira suriah/">intelijen Suriah yang dikenal dekat dengan jenderal senior di masa rezim Bashar al-Assad ditemukan tewas di Lebanon, menurut pernyataan pejabat yudisial dan pengumuman tentara Lebanon, Selasa (23/12).

Korban bernama Ghassan al-Sukhni ditemukan di sekitar tempat tinggalnya di wilayah Kesrwan, utara Beirut, setelah sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak berwenang setempat.

Al-Jazeera mengutip sumber yudisial Lebanon yang mengatakan bahwa al-Sukhni merupakan mantan anggota suriah/">intelijen Suriah yang mencari perlindungan di Lebanon setelah jatuhnya rezim Assad pada Desember tahun lalu. Jasadnya ditemukan dekat rumah sang perwira, meskipun detail lengkap tentang waktu dan kronologi kejadian masih diselidiki.

Tentara Lebanon melalui pernyataan resmi di platform X menyebutkan bahwa mereka telah menangkap seorang tersangka atas dugaan pembunuhan terhadap al-Sukhni. Menurut militer, motif pembunuhan itu diduga terkait perselisihan finansial antara korban dan pelaku, meskipun hal ini belum dikonfirmasi sepenuhnya oleh aparat penegak hukum.

Baca Juga: Imam Saudi Safari Ramadhan di Bangladesh, Tekankan Pentingnya Tauhid

Al-Sukhni dikenal memiliki hubungan erat dengan Suhail al-Hassan, komandan pasukan khusus Suriah yang terkenal dengan julukan “The Tiger” semasa rezim Assad. Al-Hassan memimpin sejumlah operasi militer penting selama perang saudara Suriah dan merupakan tokoh yang sangat dipercaya oleh loyalis Assad.

Kehadiran mantan pejabat Suriah di Lebanon telah menjadi sorotan, dengan banyak tokoh Assad diyakini bersembunyi di negara tetangga setelah perubahan rezim di Damaskus. Namun, ini merupakan konfirmasi resmi pertama mengenai keberadaan salah satu mantan pejabat itu di wilayah Lebanon sejak kejatuhan rezim Assad, menurut para analis lokal.

Insiden ini terjadi di tengah hubungan yang dinamis antara Beirut dan Damaskus, yang berupaya membuka lembaran baru setelah bertahun-tahun perselisihan dan campur tangan Suriah dalam urusan internal Lebanon. Pemerintah Lebanon menyatakan akan terus menyelidiki kasus ini secara transparan dan memastikan proses hukum berjalan sesuai dengan ketentuan.  []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: 195 WNI Tertahan di Doha Akibat Perang AS-Iran

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Amerika
Internasional