Washington, MINA – Mantan Direktur Badan Intelejen AS (CIA), John Brennan, menyerukan agar Presiden AS Donald Trump segera dicopot dari jabatannya. Brennan menilai perilaku Trump selama krisis dengan Iran sudah tidak terkendali dan membahayakan negara.
Berbicara di MS NOW, Brennan mengatakan bahwa retorika dan tindakan Trump telah melewati batas wajar.
“Orang ini jelas tidak terkendali,” ujar Brennan. “Saya pikir Amandemen ke-25 dibuat justru untuk menghadapi sosok seperti Donald Trump.”
Amandemen ke-25 adalah aturan di AS yang memungkinkan pemakzulan presiden jika dinilai tidak lagi mampu menjalankan tugasnya.
Baca Juga: Inggris Tolak Bergabung dengan AS untuk Blokade Selat Hormuz, Pilih Jalur Diplomasi
Brennan menegaskan bahwa tindakan Trump, terutama ancamannya terhadap Iran, sudah “pantas membuatnya diusir dari Kantor Oval”.
Iran Dinilai Tidak Berbahaya
Brennan juga secara tegas membantah alasan pemerintah AS yang menyebut Iran sebagai ancaman mendesak.
Menurutnya, gambaran dari intelijen tidak mendukung klaim bahwa Iran membahayakan AS saat ini.
Baca Juga: Iran Galang Dukungan Rusia Hadapi Blokade Hormuz
“Iran tidak menimbulkan ancaman yang akan segera terjadi,” kata Brennan.
Ia juga menyatakan bahwa Iran “tidak memiliki senjata nuklir.” Dengan kata lain, klaim bahwa Teheran adalah bahaya langsung yang harus dihadapi dengan tindakan militer tidak berdasar.
Kekhawatiran Kekuatan Militer AS
Brennan menyoroti pernyataan Trump baru-baru ini yang mengatakan bahwa “seluruh peradaban Iran akan mati malam ini.” Menurutnya, pernyataan semacam itu sangat mengkhawatirkan, apalagi diucapkan oleh panglima tertinggi yang menguasai militer AS.
Baca Juga: Gagal Capai Kesepakatan di Pakistan, AS Umumkan Blokade Pelabuhan Iran di Selat Hormuz
“Pernyataan itu mengisyaratkan penggunaan kemampuan nuklir,” kata Brennan.
Ia mengingatkan bahwa masalah utamanya bukan sekadar omongan, tetapi wewenang besar yang melekat pada jabatan presiden.
“Fakta bahwa dia masih bisa menjadi panglima tertinggi dan mengendalikan kemampuan luar biasa militer AS, termasuk senjata nuklir kita, benar-benar membawa kita ke masa yang sangat, sangat meresahkan,” ujar Brennan.
“Tanggung jawab itu terlalu besar untuk terus diberikan kepadanya,” tambahnya.
Baca Juga: Dunia Dinilai Gagal Selesaikan Masalah Palestina, Aktivis: Ketika Diplomasi Lumpuh, Rakyat Bertindak
Dukungan Politik Juga Disorot
Brennan juga mengkritik dukungan politik yang masih mengalir ke Trump. Menurutnya, dukungan dari partai dan para pendukungnya membuat Trump merasa bisa bertindak tanpa batasan.
“Fakta bahwa dia bisa melakukan itu, dan anggota partainya serta basis pendukungnya terus membela, memaafkan, dan membenarkan apa yang dia lakukan, menurut saya sangat memprihatinkan,” katanya.
Pernyataan Brennan ini muncul saat ia masih diselidiki oleh Departemen Kehakiman AS. Penyelidikan yang sama juga menyasar mantan Direktur FBI, James Comey.
Baca Juga: 30 Kapal Global Sumud Flotilla Mulai Berlayar dari Barcelona Menuju Gaza
Lebih dari 70 anggota Partai Demokrat di Kongres AS telah menyerukan agar Amandemen ke-25 diterapkan untuk mencopot Trump.
Wawancara Brennan yang ditayangkan di MS NOW itu berpusat pada pernyataan Trump tentang Iran, penilaian intelijen, serta risiko dari kewenangan presiden selama krisis yang terus berlangsung. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Harga Minyak Melonjak $104 Per Barel Setelah AS Umumkan Blokade Pelabuhan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic