Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Sandera Israel Akui Selamat dari Bombardir berkat Bantuan Pejuang Hamas

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 29 Januari 2026 - 22:26 WIB

Kamis, 29 Januari 2026 - 22:26 WIB

43 Views

Alexander Trobanov, sandera Israel yang dibebaskan oleh Pejuang Hamas, Brigade Al-Qassam. [Foto: Dok. Hamas]

Gaza, MINA – Seorang mantan tawanan Israel mengungkapkan pengalaman mencekam selama perang Israel di Jalur Gaza, dengan mengatakan bahwa ia menyelamatkan diri dari gempuran udara Israel dengan berlari bersama seorang pejuang Hamas saat bangunan-bangunan di sekitarnya runtuh seperti gempa bumi.

Eitan Mor, seorang tentara Israel yang ditawan dalam peristiwa 7 Oktober 2023 mengatakan kepada Radio Angkatan Darat Israel bahwa dirinya mengalami berulang kali serangan udara Israel selama ditahan di Gaza, termasuk serangan yang hampir menguburnya hidup-hidup.

“Saya sedang berada di sebuah apartemen bersama para pejuang Hamas ketika sebuah jet F-16 membom gedung di sebelah kami,” kata Mor.

“Bangunan bertingkat itu hancur. Gedung tempat kami berada mulai runtuh. Semua orang berteriak. Rasanya seperti gempa bumi,” tambahnya.

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

Mor mengatakan, di tengah kekacauan tersebut, salah satu pejuang Hamas memberinya senjata dan memintanya untuk berlari mengikutinya.

“Ia memberikan saya senjata dan berkata, ‘Lari di belakang saya,’” ujar Mor.

Ketika ditanya oleh pewawancara radio apakah ia sempat berpikir untuk menembak pejuang tersebut, Mor menjawab bahwa hal itu tidak masuk akal.

“Menembaknya lalu bagaimana? Apa yang bisa saya lakukan setelah itu?” katanya, menegaskan bahwa keselamatannya saat itu sepenuhnya bergantung pada tetap bersama pejuang tersebut.

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Mor mengatakan ia kemudian dipindahkan ke lokasi lain, namun serangan udara Israel terus berlanjut.

“Saat saya masih ditawan, ada satu pejuang Hamas di depan saya dan dua di belakang. Tiba-tiba, sebuah bangunan di sebelah kami di jalan dibom,” katanya. “Kami semua berlari menyelamatkan diri.”

Ia menggambarkan puing-puing bangunan berjatuhan di mana-mana saat mereka berlari menembus jalanan dalam kegelapan.

“Saya berlari di belakangnya, berusaha agar tidak kehilangan dia,” ujar Mor. “Pada saat itu saya menyadari bahwa tentara Israel tidak tahu di mana saya berada. Intelijen sama sekali tidak mengetahuinya,” tambahnya.

Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza

Setelah dibebaskan, Mor mengatakan seorang pejabat intelijen Israel mengonfirmasi hal tersebut kepadanya.

“Ia berkata kepada saya, ‘Eitan, kami tidak tahu apa pun tentang kamu,’” ungkap Mor.

Mor tidak merinci lokasi maupun waktu pasti kejadian tersebut di dalam Gaza.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina
Amerika
Palestina