Masjid Ibrahimi Situs Umat Islam yang Terlupakan

Oleh: Kurnia MH (Jurnalis MINA)

Masjid Ibrahimi, yang diyakini sebagai tempat pemakaman Nabi Ibrahim,  Al-Haram al-Ibrahimi terletak di sudut tenggara Hebron modern dan di jantung kota lamanya. Masjid Ibrahimi situs suci umat Islam berada di kota tua Hebron di kawasan Palestina makam dari keenam keluarga Nabi Ibrahim Alaihi Salam berada di dalam bangunan tersebut dan menjadi lokasi ketegangan yang sering terjadi selama beberapa dekade.

Tempat ini awalnya berupa gua bawah tanah. Kemudian dibangun Basilika pada masa Romawi diubah menjadi masjid pada masa kekhalifahan. Karena Masjid Ibrahimi dipandang sebagai tempat suci kedua umat Yahudi setelah Bait Suci.

Masjid Ibrahimi di Hebron, Palestina saat ini dijaga ketat oleh tentara Israel. Disana dibuat pemeriksaan oleh tentara Israel melalui pintu besi dan metal detector. Masjid tersebut juga diawasi puluhan CCTV yang dipasang, dan sniper Israel yang bersiaga di gedung-gedung tinggi di sekitar masjid. Kenapa bisa sedemikian ketat dan mencekamnya?.

Masjid Ibrahimi memiliki sejarah yang panjang karena didalam masjid ini terdapat gua yang disebut gua Makhpela, digua itu dimakamkan Nabi Ibrahim dan keluarganya, mulai dari istrinya Sarah, putranya Nabi Ishaq Alaihi Salam dan istrinya Ribka, cucunya Nabi Yakub Alaihi Salam dan istrinya Leah, serta cicitnya Nabi Yusuf Alaihi Salam.

Otoritas Israel kemudian membagi masjid ini menjadi dua bagian, area utama masjid tetap difungsikan sebagai masjid untuk umat Islam, sedangkan area lainnya dijadikan sinagog atau tempat ibadah bagi kaum Yahudi.

Menurut seorang penulis, Adnan Abdullah yang pernah mengunjungi tempat itu mengatakan, di dalam masjid itu, terdapat pintu besi untuk turun ke gua yang berada di bawah masjid. Pintu besi itu ditutup dan digembok karena pengunjung tidak diperbolehkan turun ke bawah.

Ia sempat mengintip di lubang-lubangnya yang kecil, suasana di bawah gelap karena hanya diterangi dengan lilin-lilin kecil. Makam-makam inilah yang diklaim oleh umat ketiga agama Ibrahimi, yaitu Islam, Yahudi dan Nasrani.

Desember 2020

Pasukan Israel juga menghalangi adzan di Masjid Ibrahimi selama Desember lalu sebanyak 46 kali dengan alasan tidak jelas dan mengada-ada. Sementara itu, Israel melakukan tindakan sewenang-wenangnya dengan membatasi jumlah jamaah shalat di Masjid Ibrahimi, khususnya di waktu shalat Jumat.

Selanjutnya, pada hari Senin 18 Januari pagi pasukan Israel menghalangi dan menghentikan pekerjaan renovasi Masjid Ibrahimi juga melakukan tindakan kekerasan dan vandalisme terhadap ratusan pekerja dan buruh di masjid yang berlokasi di Hebron itu.

Sumber setempat menyebutkan, Israel menghalangi para buruh dan pekerja untuk menyelesaikan pekerjaan renovasi Masjid Ibrahimi di Hebron, demikian Palinfo.

Dalam kesempatan sama, Israel melakukan tindakan kekerasan terhadap ratusan pekerja Palestina di perlintasan Zhahiriyah yang merupakan perlintasan militer di selatan Hebron. Wilayah Hebron merupakan salah satu satu kota yang paling panas yang sering terjadi bentrokan dan juga konfrontasi dengan pasukan Israel. Sementara Masjid Ibrahimi menjadi sasaran operasi penangkapan dan aksi kekerasan tentara Israel terhadap warga Palestina.

Menurut Direktur Masjid Arkeologi Ibrahimi Hefzi Abu Sneineh perintah Israel yang melarang masuknya jamaah dan pengunjung ke situs suci selama 10 hari dengan dalih Covid-19 tidak berdasar. Sebab semua jamaah dan pengunjung telah menindaklanjuti protokol kesehatan dan keselamatan dengan mengenakan masker wajah serta menjaga jarak sosial. Sementara itu,

Penasihat Presiden Mahmoud Abbas untuk urusan agama dan hubungan Islam, Mahmoud al-Habbash, menggambarkan penutupan Israel atas situs suci tersebut sebagai kejahatan perang inklusif.

Israel memasang sejumlah pos perlintasan militer yang menghalangi warga Palestina. Perlintasan ini telah mengubah kehidupan warga Palestina menjadi sebuah penjara besar dikelilingi oleh sejumlah permukiman Yahudi dan jalan-jalan yang menghubungkan antara satu pemukiman dengan pemukiman lainnya.

Pada tahun 1994 pernah terjadi peristiwa yang mengerikan. Seorang penganut Yahudi radikal dari Amerika Serikat yang bernama Baruch Goldstein menembaki umat Islam yang sedang salat subuh berjama’ah, sebanyak 29 jama’ah mati syahid di dalam masjid ini. Goldstein lalu dibunuh di dalam masjid itu juga oleh para jama’ah yang selamat dari pembantaian itu. Pada tahun 2017, UNESCO telah menetapkan masjid ini sebagai situs sejarah milik Palestina, namun Pemerintah Israel tetap menguasainya dengan dalih untuk melindungi kepentingan umat ketiga agama.

Masjid Ibrahimi Menurut Dunia Internasional

Dunia mengenalnya sebagai gua patriarkh. Letaknya di Hebron yang kini dikuasai Zionis Israel. Di dalamnya terdapat kuburan para nabi: Ibrahim dan istrinya Sarah, Ishaq, dan Ya’qub. Makam tiga nabi tersebut terletak di sebuah gua yang disebut dengan Gua Para Leluhur (Machpelah atau Makfilah).

Makam para nabi dan keluarganya itu memiliki bentuk yang berbeda antara makam laki-laki dan perempuan. Makam laki-laki berbentuk segi delapan. Sedangkan makam perempuan berbentuk persegi enam, seperti makamnya Sarah dan Leah. Di atas gua tersebut terdapat al-Haram al-Ibrahim atau Masjid Ibrahim.

Tempat sujud ini dianggap bangunan suci keempat dalam Islam dan tempat suci kedua di Palestina setelah al-Aqsa. Kata haram yang dimaksud adalah suci seperti yang diistilahkan bagi Masjidil Haram. Artinya, setiap orang diharamkan untuk melakukan perbuatan yang melanggar kesuciannya.

Nama masjid ini merujuk pada Nabi Ibrahim, yang pernah tinggal di Hebron sekitar 4.000 tahun lalu. Bapak para nabi ini memilih Hebron sebagai tempat pemakaman keluarganya.

Dengan menara menjulang gagah dan kubah serta arsiteknya yang bersejarah, Masjid Ibrahim seakan mendeklarasikan identitasnya sebagai masjid milik bangsa Arab dan Islam. Masjid ini menjadi kebanggaan umat Islam di Hebron. Walaupun, saat ini bangunan itu telah menjadi saksi kekejian Israel dan Yahudi atas umat Islam.

Otoritas Israel untuk membuat rute baru di sekitar masjid Ibrahimi di Kota Hebron, Tepi Barat bagian selatan, rencana Israel bertujuan membangun sebuah jalan dan elevator listrik untuk memfasilitasi penyerbuan dan mengambil alih Masjid Ibrahim di kota tersebut.

Keputusan ini menjadi bagian dari eskalasi Israel terhadap sejumlah monumen agama dan sejarah Palestina di Yerusalem dan Hebron.

Posisi Masjid Ibrahimi

Bangunan Masjid Ibrahimi berbentuk persegi panjang dengan poros menghadap barat laut-tenggara. Bangunan ini terbagi dua bagian:

Sisi Yahudi: Mencakup tiga perlima bangunan, Digunakan untuk sinagoga, Memiliki atap di tiga sisi, sementara bagian tengah dan timur lautnya dibiarkan terbuka.

Terdapat empat tugu makam: makam Ya’qub dan Lea di bagian tengah sisi Yahudi, makam Ibrahim dan Sarah di sisi tenggara dan berbatasan dengan bagian Muslim. Keempat makam ini masing-masingnya berada di dalam ruangan kecil segi enam dan segi delapan.

Sisi Muslim: Mencakup dua perlima bangunan, Digunakan untuk masjid, Sepenuhnya beratap.

Terdapat dua tugu makam di bagian tengah: makam Ishaq dan Ribka. Makam mereka memiliki pola bergaris-garis horizontal merah dan putih yang khas pada dindingnya, tetapi biasanya ditutupi oleh kain hias. Hampir seluruh bangunan itu sendiri dibangun oleh Raja Herodes dan tetap menjadi satu-satunya bangunan Herodian yang bertahan sampai sekarang. (AK/R4/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)

Dari berbagai sumber